Gunung Merapi Meletus Lagi, 15 Desa di Magelang Hujan Abu
Kamis, 24 Mei 2018 - 06:11 WIB
Gunung Merapi Meletus Lagi, 15 Desa di Magelang Hujan Abu
A
A
A
MAGELANG - Gunung Merapi meletus lagi selama 4 menit pada Kamis (24/5/2018) sekitar pukul 02.56 WIB. Ketinggian kolom abu vulkanik pada letusan diri hari tadi mencapai 6 km dan bertiup ke arah barat.
Imbasnya, 15 daerah di wilayah Kabupaten Magelang terjadi hujan abu. Ke-15 daerah daerah tersebut, yakni Tegalrandu, Sumber, Dukun, Ngadipuro, Banyubiru, Muntilan, Kota Mungkid, Menayu, Kalibening, Borobudur, Salaman, Tempuran, Sedayu, Sawangan, dan Mungkid.
Adapun daerah terdampak hujan abu paling parah adalah Kecamatan Dukun. Namun, warga belum diharuskan mengungsi. Hanya beberapa warga dilaporkan mengungsi secara mandiri.
Pengelola Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Kristian mengatakan, saat terjadi letusan terdengar suara gemuruh dari pos pengamatan Selo. Dari tempat tersebut juga terlihat kepulan asap dan pijar visual berwarna merah di belakang awan mendung. “Hingga saat ini, status Merapi masih waspada,” terangnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di daerah kawasan rawan bencana untuk tidak panik dan tetap tenang serta selalu wasapada dalam beraktivitas. “Gunakan masker dan kaca mata untuk antisipasi saat beraktivitas di luar ruangan. Pantau terus perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui berita dan sumber informasi terpercaya (BPPTKG, BMKG, BNPB, BPBD),” ucapnya.
Imbasnya, 15 daerah di wilayah Kabupaten Magelang terjadi hujan abu. Ke-15 daerah daerah tersebut, yakni Tegalrandu, Sumber, Dukun, Ngadipuro, Banyubiru, Muntilan, Kota Mungkid, Menayu, Kalibening, Borobudur, Salaman, Tempuran, Sedayu, Sawangan, dan Mungkid.
Adapun daerah terdampak hujan abu paling parah adalah Kecamatan Dukun. Namun, warga belum diharuskan mengungsi. Hanya beberapa warga dilaporkan mengungsi secara mandiri.
Pengelola Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Kristian mengatakan, saat terjadi letusan terdengar suara gemuruh dari pos pengamatan Selo. Dari tempat tersebut juga terlihat kepulan asap dan pijar visual berwarna merah di belakang awan mendung. “Hingga saat ini, status Merapi masih waspada,” terangnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di daerah kawasan rawan bencana untuk tidak panik dan tetap tenang serta selalu wasapada dalam beraktivitas. “Gunakan masker dan kaca mata untuk antisipasi saat beraktivitas di luar ruangan. Pantau terus perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui berita dan sumber informasi terpercaya (BPPTKG, BMKG, BNPB, BPBD),” ucapnya.
(wib)