Merapi Stabil, Masyarakat Dihimbau Tenang

Sabtu, 12 Mei 2018 - 14:03 WIB
Merapi Stabil, Masyarakat...
Merapi Stabil, Masyarakat Dihimbau Tenang
A A A
YOGYAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman, Magelang, Klaten dan Boyolali, pada Jumat (11/5) pagi meletus freatik. Meski wilayah Kota Yogyakarta, sebagian Bantul dan Kulonprogo sempat terpapar abu Merapi, hingga Jumat sore kondisi Gunung Merapi dinyatakan stabil.

Masyarakat pun diminta tenang. “Ini letusan freatik bukan magmatik. Erupsinya lebih dominan gas dan abu,” terang terang Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Huamidah.

Hanik menjelaskan, setiap gunung berapi akan terus mengeluarkan gas, jika ada material sisa erupsi sebelumnya menjadi padat, maka sebagian gas yang harusnya keluar terhalang sehingga terakumulasi.

Akibat akumulasi ini ditambah panas dan uap air dari badan gunung mengakibatkan tekanan yang akhirnya menyebabkan letusan freatik. Letusan ini didominasi gas dan mengeluarkan abu.“Letusan freatik tidak ada gejala awal,” tegasnya.

Hamidah menghimbau masyarakat tetap tenang. Menurutnya, sampai Jumat sore kemarin kondisi Gunung Merapi masih stabil. Meski demikian Hamidah tetap mengingatkan agar kawasan Merapi dengan radius dua kilometer dari puncak tetap harus diseterilkan. “Saat (kondisi) normal saja memang radius dua kilometer harus steril,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY Biworo Yuswantono menyebut warga yang sebelumnya mengungsi sudah muli kembali ke rumah masing-masing. Hingga Jumat siang tercatat tinggal 190 warga yang masih mengungsi di Purwobinangun. “Itupun berangsur-angsur sudah mulai kembali ke rumah masing-masing,” terangnya.

Berdasarkan laporan, abu akibat erupsi ini terbawa angin secara sporadis hingga ke Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Kulonprogo. Persebaran abu ini tergantung angin yakni ke arah selatan dan barat. BPBD menyebut sejuah ini tidak ada korban dalam peristiwa erupsi freatik Gunung Merapi ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan dan Rujukan Khusus Dinas Kesehatan DIY, dr Anung Trihadi mengingatkan, abu yang berasal dar erupsi Merapi ini tidak baik untuk kesehatan. Karena material abu sangat kecil, maka sangat rentan masuk ke pernapasan melalui hidung dan mulut.

Untuk itu, Anung menyarankan agar jika tidak terpaksa masyarakat tidak perlu keluar rumah. “Kalaupun keluar rumah harus pakai pelindung masker dan kacamata. Abu ini bisa menyebabkan iritasi mata dan bagi beberapa orang yang alergi saluran pernafasan bisa mengakibatkan sesak,” tegasnya.
(pur)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
6 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
6 jam yang lalu
Infografis
Masyarakat Suka Berhutang,...
Masyarakat Suka Berhutang, Paylater Tumbuh Subur di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved