Panitia Minta Damai, Pusdikham UHAMKA: Jangan Halangi Proses Hukum

Senin, 07 Mei 2018 - 08:35 WIB
Panitia Minta Damai,...
Panitia Minta Damai, Pusdikham UHAMKA: Jangan Halangi Proses Hukum
A A A
JAKARTA - Panitia pembagian sembako maut di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 28 April 2018 meminta agar kasus yang menewaskan dua bocah itu diselesaikan secara kekeluargaan. Direktur Pusdikham UHAMKA Maneger Nasution menanggapi permintaan damai itu.

Menurut Maneger Nasution, walaupun panitia meminta damai dengan pihak keluarga soal kematian dua bocah itu, tap[i proses hukum harus tetap berjalan. Pasalnya, kata dia, perdamaian itu tidak boleh menghalangi apalagi menghilangkan proses hukum soal kematian anak tersebut.

"Untuk itu mendorong dan mendukung Polri mengungkap penyebab kematian dua anak berinisial MJ dan AR di kawasan Monas, Jakarta Pusat, saat peristiwa apa yang mereka sebut sebagai bagi-bagi sembako 28 April 2018 secara profesional, mandiri, dan transaparan," kata Maneger kepada SINDOnews, Senin (7/5/2018).

Dia menambahkan, polisi harus mengungkap motif acara dan meminta pertanggungjawaban penyelenggara acara tersebut. (Baca: Panitia Minta Tragedi Monas Diselesaikan secara Kekeluargaan )

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mendorong kepolisian mengusut dugaan penyalahgunaan izin acara dan dugaan penyalahgunaan lambang DKI dalam acara tersebut. (Baca: Janji Usut Tuntas, Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Wakapolri )

"Menyampaikan hasil investigasi secara terbuka ke publik tentang penyebab kematian dua anak tersebut sehingga publik khususnya keluarga tahu penyebab kematian anggota keluarganya rights to know," katanya. (Baca: Tragedi di Monas, KPAI: Kami Masih Lakukan Penyidikan )
(mhd)
Berita Terkait
Massa PA 212 dan Ormas...
Massa PA 212 dan Ormas Islam Mulai Gelar Aksi di Kedubes Prancis
Pelarangan Penggunaan...
Pelarangan Penggunaan Atribut Ormas Terlarang Diharapkan Dipatuhi Bersama
Pemerintah Dinilai Perlu...
Pemerintah Dinilai Perlu Petakan Kembali Keberadaan Ormas
Kepala BNPT : Khilafatul...
Kepala BNPT : Khilafatul Muslimin Belum Dinyatakan Sebagai Organisasi Teroris
Rampai Nusantara Bertekad...
Rampai Nusantara Bertekad Kawal Kesejahteraan Masyarakat Papua
Rampai Nusantara Gorontalo...
Rampai Nusantara Gorontalo Diharapkan Berperan dalam Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
9 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
12 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
13 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
13 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
14 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved