Dua Bocah Tewas, Panitia Sembako Monas Diminta Tanggung Jawab
Selasa, 01 Mei 2018 - 21:09 WIB
Dua Bocah Tewas, Panitia Sembako Monas Diminta Tanggung Jawab
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meminta panitia acara Untukmu Indonesia di Monas akhir pekan lalu, bertanggung jawab terkait tewasnya dua bocah saat acara tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, peristiwa yang terjadi di Monas akhir pekan lalu menjadi bahan koreksi terkait penggunaan Monas untuk kepentingan publik. Sandi ingin kedepannya, penggunaan Monas harus profesionalisme dan memiliki komitmen tegas.
“Kami akan meminta bantuan aparat untuk investigasi peristiwa di Monas akhir pekan lalu agar kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Sandi pada Senin, 30 April 2018 kemarin.
Sandi pun telah meminta Wali Kota Jakarta Pusat untuk melakukan investigasi internal, menyisir anggotanya untuk melakukan penelusuran demi mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam kejadian itu.
Sebelumnya, dua orang bocah, Mahesa Junaedi dan Adinda Rizki harus tewas usai berdesak desakan saat gelaran acara Forum Untukmu Indonesia di kawasan Monas.( Baca: Kesaksian Komariah, Ibunda Anak yang Tewas Tragedi Sembako Monas )
Sandi menambahkan, panitia penyelenggara Untukmu Indonesia juga telah melakukan pelanggaran karena mencatut logo Pemprov DKI dalam penyelenggaraan tersebut. “Dan pembagian sembako ini totally out of the blue (secara menyeluruh di luar proposal ) begitu. Sekitar seminggu sebelumnya, kelihatan lalu diperingatkan untuk tidak dilakukan. Tetap dipaksakan untuk dilakukan,” ucap Sandi.
Sementara itu, Kadisbudpar DKI Jakarta, Tinia Budiarti mengaku kecewa dengan acara itu. Terlebih dalam acara itu terdapat pembagian sembako yang semestinya tidak dilakukan.( Baca: Polisi Sebut Tidak Ada Korban Tewas Sembako Gratis di Monas )
“Saya marah besar dengan kejadian itu, saya sudah peringatkan tidak ada bagi-bagi sembako. Pokoknya, panitia harus bertanggung jawab dan besok harus memberikan statement-nya kepada masyarakat di depan wartawan," jelas Tinia yang mengaku panitia tidak jujur.
Terlebih dalam pembagian ini, slogan ‘sembako gratis tanpa perlu perlihatkan KTP' malah memicu orang untuk datang. Inilah yang kemudian rawan, mengingat Monas berada di ring satu negara.
"Saya juga meminta panitia acara bertanggung jawab terhadap korban tewas. Termasuk soal fasilitas Monas yang rusak dalam acara kemarin," ucapny
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, peristiwa yang terjadi di Monas akhir pekan lalu menjadi bahan koreksi terkait penggunaan Monas untuk kepentingan publik. Sandi ingin kedepannya, penggunaan Monas harus profesionalisme dan memiliki komitmen tegas.
“Kami akan meminta bantuan aparat untuk investigasi peristiwa di Monas akhir pekan lalu agar kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Sandi pada Senin, 30 April 2018 kemarin.
Sandi pun telah meminta Wali Kota Jakarta Pusat untuk melakukan investigasi internal, menyisir anggotanya untuk melakukan penelusuran demi mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam kejadian itu.
Sebelumnya, dua orang bocah, Mahesa Junaedi dan Adinda Rizki harus tewas usai berdesak desakan saat gelaran acara Forum Untukmu Indonesia di kawasan Monas.( Baca: Kesaksian Komariah, Ibunda Anak yang Tewas Tragedi Sembako Monas )
Sandi menambahkan, panitia penyelenggara Untukmu Indonesia juga telah melakukan pelanggaran karena mencatut logo Pemprov DKI dalam penyelenggaraan tersebut. “Dan pembagian sembako ini totally out of the blue (secara menyeluruh di luar proposal ) begitu. Sekitar seminggu sebelumnya, kelihatan lalu diperingatkan untuk tidak dilakukan. Tetap dipaksakan untuk dilakukan,” ucap Sandi.
Sementara itu, Kadisbudpar DKI Jakarta, Tinia Budiarti mengaku kecewa dengan acara itu. Terlebih dalam acara itu terdapat pembagian sembako yang semestinya tidak dilakukan.( Baca: Polisi Sebut Tidak Ada Korban Tewas Sembako Gratis di Monas )
“Saya marah besar dengan kejadian itu, saya sudah peringatkan tidak ada bagi-bagi sembako. Pokoknya, panitia harus bertanggung jawab dan besok harus memberikan statement-nya kepada masyarakat di depan wartawan," jelas Tinia yang mengaku panitia tidak jujur.
Terlebih dalam pembagian ini, slogan ‘sembako gratis tanpa perlu perlihatkan KTP' malah memicu orang untuk datang. Inilah yang kemudian rawan, mengingat Monas berada di ring satu negara.
"Saya juga meminta panitia acara bertanggung jawab terhadap korban tewas. Termasuk soal fasilitas Monas yang rusak dalam acara kemarin," ucapny
(whb)