Yaumil Ambo Djiwa dan Sejarah Pembentukan Kabupaten Pasangkayu

Kamis, 26 April 2018 - 08:14 WIB
Yaumil Ambo Djiwa dan...
Yaumil Ambo Djiwa dan Sejarah Pembentukan Kabupaten Pasangkayu
A A A
PASANGKAYU - Kabupaten Pasangkayu baru saja merayakan Hari Jadi ke-15 pada 18 April 2018 lalu. Meski menjadi daerah termuda di Sulawesi Barat, tapi kabupaten yang berjarak 276 kilometer dari Mamuju, Ibu Kota Provinsi Sulbar, tersebut telah membuat cukup banyak pencapaian. Beberapa di antaranya adalah mampu menekan jumlah pengangguran dan kemiskinan masyarakat.

Berdasarkan data Pemkab Pasangkayu, tingkat pengangguran masyarakat hanya 1,40% dari total penduduk sebanyak 178.250 jiwa, sedangkan tingkat kemiskinan hanya 3,86%. Angka tersebut merupakan yang paling rendah dibandingkan daerah lain di Sulawesi Barat. Sementara, pendapatan perkapita masyarakat cukup tinggi mencapai Rp80,40 juta.

Beberapa pencapaian tersebut tak lepas dari sejarah berdirinya Kabupaten Pasangkayu yang menjadi daerah otonomi baru pada 2003 silam. Adalah Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu (KAPKP) yang menjadi aktor di balik berdirinya kabupaten penghasil kelapa sawit ini. Kelompok ini yang memperjuangkan Pasangkayu yang tadinya hanya kecamatan menjadi daerah otonom.

Adalah Yaumil Ambo Djiwa yang menjadi salah satu inisiator KAPKP bersama sang adik Agus Ambo Djiwa yang kini menjabat sebagai Bupati Pasangkayu. Tokoh lain juga ada dalam KAPKP, di antaranya Azis Isham, Yusuf Suli, L Kamal, Rahmat K. Turusi, Uksin Djamaluddin, Aziz Yanbu, Aqwam Tauhid, Musawir A. Isham, dan Yunus Alsam.

Menurut Yaumil Ambo Djiwa, awalnya Pasangkayu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Mamuju. Jarak yang begitu jauh dari kota pemerintahan, membuat wilayah ini minim pembangunan dan tertinggal dari daerah lain. "Dahulu, melihat kondisi daerah ini, sangat memprihatinkan. Padahal saya tahu, kami mampu berbuat yang lebih baik," ungkapnya.

Dari kondisi seperti, Yaumil bersama tokoh-tokoh desa di Pasangkayu kemudian membentuk KAPKP pada 2000. Kelompok ini aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana membentuk daerah otonom baru. Setelah setahun berjalan, akhirnya Bupati Mamuju memberikan rekomendasi terbentuknya kabupaten baru, tapi bukan bernama Pasangkayu tapi Mamuju Utara. Dukungan juga diberikan Gubernur Sulbar. Hingga akhirnya pada 27 Januari 2003, pemerintah pusat menetapkan Mamuju Utara menjadi sebuah kabupaten.

Nama dari Mamuju Utara akhirnya resmi berubah menjadi Pasangkayu setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2017 tentang Perubahan Nama Kabupaten Mamuju Utara Menjadi Kabupaten Pasangkayu di Provinsi Sulawesi Barat pada 27 Desember 2017. Sementara peresmian nama tersebut baru dilaksanakan pada 6 Maret 2018 oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar.

Yaumil Ambo Djiwa menyambut baik perubahan nama tersebut. Sebab, sejak awal roh perjuangan yang dilakukan bersama KAPKP adalah membentuk Kabupaten Pasangkayu tanpa melupakan induk sejarah Induk Mamuju. "Sejak ide membentuk KAPKP muncul, harapan kami adalah membawa Pasangkayu menjadi daerah maju, mampu bersaing dengan daerah lain, dan memberikan kesejahteraan dan martabat kepada masyarakat," katanya.

Politikus senior Golkar di Sulbar ini yakin dengan kekayaan alam dan potensi yang dimiliki, Kabupaten Pasangkayu bisa mencapai cita-cita bersama tersebut. "Kami yakin tidak ada yang tidak mungkin jika kami bangkit bersama," ujarnya.
(amm)
Berita Terkait
Bupati Agus Mengakhiri...
Bupati Agus Mengakhiri Masa Jabatan di Kabupaten Pasangkayu
Bupati Agus Lantik Anggota...
Bupati Agus Lantik Anggota BPD Se Kabupaten Pasangkayu
Agus ADJ dan Herny Bagikan...
Agus ADJ dan Herny Bagikan 1000 Paket Sembako di Pasangkayu
DPP Partai Golkar Tetapkan...
DPP Partai Golkar Tetapkan Musda Golkar Sulbar 18-19 Juli 2020
Pemkab Pasangkayu Siap...
Pemkab Pasangkayu Siap Dikunjungi Menteri Perikanan RI
Bupati Pasangkayu Kembali...
Bupati Pasangkayu Kembali Menggelar Ratas Evaluasi BLT dan BST
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
18 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
32 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
42 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
47 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved