Pengeras Suara Memble, Acara Gelaran Seni Budaya KPU Dikeluhkan

Sabtu, 21 April 2018 - 19:43 WIB
Pengeras Suara Memble,...
Pengeras Suara Memble, Acara Gelaran Seni Budaya KPU Dikeluhkan
A A A
BANDUNG BARAT - Sosialisasi pagelaran seni budaya serentak dalam rangka pemilu nasional 2019 oleh KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikeluhkan. Pasalnya, pengeras suara pada kegiatan yang digelar di lapangan sepak bola Desa Cikande, Kecamatan Saguling, (KBB), Sabtu (21/4/2018), tidak terdengar jelas oleh masyarakat yang hadir.

Salah seorang warga yang hadir Yeni Trimurtidewi (40), mengatakan, sosialisasi yang baik adalah yang bisa dimengerti oleh masyarakat. Namun, bagaimana hal itu bisa tersampaikan jika soundsistem yang dipakai seperti ini dimana suaranya tidak terdengar dengan jelas. Padahal kalau dikemas lebih baik hasilnya pasti akan maksimal.

"Ini soundnya jelek karena suara pecah jadi tidak terdengar jelas sampai ke belakang (seluruh lapang) acara," tuturnya.

Warga lainnya Sentot Hidayatuloh (35), menyebutkan, suara sound sistemnya tidak balance antara kanan dan kiri. Pria yang juga punya pengalaman mengelola soundsistem untuk indoor ini menilai, sound yang dipakai kualitasnya kurang bagus sementara tegangan listrik tinggi jadi suara tidak keluar.

"Suaranya jadi merekbek (pecah) karena suplai listrik yang tinggi tidak didukung dengan sound yang bagus," ungkapnya.

Komisioner KPU KBB Ai Wildani Sri Aidah mengaku berterima kasih atas kritikan dan koreksi yang disampaikan. Pihaknya akan mengoreksi dan akan menyampaikan hal tersebut ke bagian sound sistem agar diperbaiki. Ini dikarenakan sosialisasi pagelaran seni budaya ini merupakan instruksi KPU pusat yang harus dilakukan secara serentak dalam rangka pemilu nasional 2019.

KPU KBB sengaja memilih pagelaran seni berupaya wayang golek karena itu disesuaikan dengan muatan lokal daerah KBB. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan kesempatan partai politik bersosialisasi langsung kepada masyarakat soal visi misi dan nomor urut partai. Mengingat semua parpol memiliki nomor urut baru termasuk parpol baru.

"Untuk sound sistem itu jadi masukan kami. Sedangkan dipilihnya tempat ini karena dapil satu khususnya Kecamatan Saguling dianggap sosialisasinya masih kurang dan perlu sentuhan," ucapnya.
(rhs)
Berita Terkait
Warga 2 Desa Ancam Golput,...
Warga 2 Desa Ancam Golput, Ketua KPU KBB Menilai Hanya Ekspresi Kekecewaan Sesaat
Miris! Kantor KPU Bandung...
Miris! Kantor KPU Bandung Barat Masih Ngontrak di Ruko
KPU KBB Mencatat Hingga...
KPU KBB Mencatat Hingga April 2021, Ada Penambahan 140 Pemilih Pemula
KPK Periksa Tersangka...
KPK Periksa Tersangka Kasus Korupsi Bansos Covid-19 Pemkab Bandung Barat
5 Destinasi Wisata Air...
5 Destinasi Wisata Air di KBB Yang Bikin Betah Wisatawan
Seluruh Paslon Pilkada...
Seluruh Paslon Pilkada Kabupaten Bandung Dinilai Langgar Komitmen Kampanye
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Komisioner KPU Dianggap...
Komisioner KPU Dianggap Boros Anggaran karena Tinggal di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved