Dinilai Tidak Profesional, Mahasiswa Demo KPU Jawa Tengah

Selasa, 10 April 2018 - 15:32 WIB
Dinilai Tidak Profesional,...
Dinilai Tidak Profesional, Mahasiswa Demo KPU Jawa Tengah
A A A
SEMARANG - Mahasiswa gabungan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar unjuk rasa di depan kantor KPU Jawa Tengah, Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/4/2018).

Selain orasi, para mahasiswa juga membentangkan spanduk dan beragam poster yang intinya menuntut profesionalisme KPU Jateng. Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa juga menuntut KPU Jateng untuk netral dan independen dalam melaksanakan seluruh tahapan Pilkada Jawa Tengah.

“Selain itu, kita juga menuntut KPU Jawa Tengah untuk menjalankan tugas dengan obyektif dan serius sesuai dengan aturan pemilu,” kata Koordinator Lapangan Aksi, Badrun.

Mahasiswa menuntut KPU Jateng atas kecerobohan pandataan Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Kabupaten Brebes dan memastikan tidak terjadi hal serupa di daerah lain. Kemudian, untuk segera menyelesaikan permasalahan keterlambatan Alat Peraga Kampanye (APK.

Badrun mengungkapkan bahwa Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Kabupaten Brebes telah menemukan Nomor Kartu Keluarga (NKK) “gaib” sebanyak 946 anggota keluarga. Dan, temuan tersebut telah diakui oleh KPU Kabupaten Brebes dengan dalih kesalahan teknis saat input data.

Kesalahan teknis tersebut dinilai mencapai 10,57% dari jumlah kesuruhan pemilih di Desa Tegalglagah, Kabuputen Brebes, bukan suatu yang mustahil untuk menjadi tanda tanya besar. Menurut Badrun, kejadian tersebut membuat masyarakat curiga hal serupa akan terjadi di daerah Jawa Tengah lainnya.

"Kejanggalan yang kedua adalah berkaitan dengan Alat Peraga Kampanye (APK),dalam aturan pemilu pengadaan APK diambil alih oleh KPU dengan konsekuensi Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah tidak diperbolehkan memasang APK sendiri," bebernya.

Dia menambahkan, kejanggalan kembali terjadi saat masa kampanye telah berlangsung, namun pihak KPU belum memasang APK salah satu Paslon dengan alasan gagalnya pelelangan APK. "Kejanggalan seperti ini bagi kami telah mencederai demokrasi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah,” pungkasnya.
(wib)
Berita Terkait
32 Calon Kontestan Pilkada...
32 Calon Kontestan Pilkada di Jateng Jalani Tes Kesehatan
Ini Standar Pengamanan...
Ini Standar Pengamanan Pilkada Serentak di 21 Kabupaten/Kota di Jateng
Ini Tahapan Pada Hari...
Ini Tahapan Pada Hari Pencoblosan Pilkada Serentak 2020
Pilgub Jateng, Bacagub...
Pilgub Jateng, Bacagub Eko Suwarni Minta Restu ke Ulama Kharismatik Solo Mbah Lepo
Kaesang Berpotensi Menang...
Kaesang Berpotensi Menang Pilkada Jateng, Ini Sejumlah Indikator Pendukung
Gus Yusuf PKB Anggap...
Gus Yusuf PKB Anggap Sudaryono Cocok Pimpin Jateng
Berita Terkini
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
36 menit yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
45 menit yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
1 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
2 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
4 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
4 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved