4.514 Warga Solo Suspect Tuberkulosis

Jum'at, 23 Maret 2018 - 00:06 WIB
4.514 Warga Solo Suspect...
4.514 Warga Solo Suspect Tuberkulosis
A A A
SOLO - Sebanyak 4.514 warga Solo, Jawa Tengah, diduga suspect tuberkulosis (TB). Data itu muncul merujuk hasil pemeriksaan dalam program ketuk pintu yang dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat sejak setahun lalu.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Solo Dwi Martiyastuti mengakui, kasus TB ibarat fenomena gunung es. Sehingga, program ketuk pintu bertujuan mencari sebanyak-banyaknya penderita TB yang belum tertangani. "Kami gencar melakukan pemeriksaan warga secara door to door untuk menemukan penderita TB," kata Dwi Martiyastuti di Solo, Jawa Tengah, Kamis (22/3/2018) siang.

Potensi penularan TB sangat berbahaya dan bisa mematikan. Penyebabnya adalah bakteri yang menyebar di udara melalui semburan air liur dari batuk atau bersin pengidap TB. Nama bakterinya adalah mycobacterium tuberculosis. Apalagi, Indonesia termasuk lima negara dengan kasus TB tertinggi di dunia, selain India, China, Nigeria, dan Pakistan.

Guna menekan penyebaran, Dinkes Solo gencar melaksanakan program ketuk pintu sejak awal Maret 2017. Petugas puskemas, rumah sakit, dan tenaga medis setiap Jumat intensif mendatangi masyarakat untuk menemukan penderita TB. Program menargetkan seluruh pengidap TB dapat terdeteksi dan diobati secara optimal.

Kepala Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Solo Yudha Putra Tristanto mengatakan, Kota Solo masuk daerah berisiko tinggi penyebaran TB. Selain padat penduduk, Kota Bengawan juga daerah dengan mobilitas penduduk cukup tinggi. "Banyak pasien TB yang datang terlambat memeriksakan kondisinya. Sudah dalam kondisi batuk berdarah." kata Yudha.

Satu pasien TB dapat menginfeksi 10-15 orang di sekitarnya. Dengan demikian, penanganan TB tidak hanya berhenti pada penderita. Namun mereka yang berada di lingkungan sekitarnya karena berisiko tertular. Sejauh ini, banyak penderita yang enggan melaporkan kasusnya ke layanan kesehatan.

Sementara, dalam rangka Hari TB Sedunia pada 24 Maret, beragam kegiatan akan dilaksanakan, sekaligus menyosialisasikan bahaya TB kepada masyarakat.

Dokter Spesialis BBKPM Solo Novita Eva mengatakan, dari 500 pasien tuberkulosis yang setiap tahun ditangani BBKPM, 80% di antaranya datang dalam kondisi komplikasi menyerang ke organ tubuh lain, seperti ginjal, liver, dan lainnya. Bahkan, 10% di antaranya ditemukan mengidap penyakit HIV.
(zik)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
4 menit yang lalu
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
11 menit yang lalu
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
20 menit yang lalu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
37 menit yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
50 menit yang lalu
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
Kabar 100 Warga Gaza...
Kabar 100 Warga Gaza Dikirim ke Indonesia Disangkal Kemlu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved