Main di Bekas Galian, Dua Bocah Kendal Tewas Tenggelam
Selasa, 13 Maret 2018 - 14:06 WIB
Main di Bekas Galian, Dua Bocah Kendal Tewas Tenggelam
A
A
A
KENDAL - Diduga terpeleset di kubangan bekas galian di Dusun Ploso, Desa Plososari, Kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah, dua bocah ditemukan tewas tenggelam, Selasa (13/3/2018) pagi.
Korban diketahui bernama Eko Prasetyo (9) dan Saifudin (8), keduanya warga Dusun Ploso, Desa Plososari. Mereka ditemukan warga pukul 08.00 WIB di bekas galian dengan kedalaman sekitar dua meter.
Kapolsek Patean AKP Abdullah Umar mengatakan, tidak ada warga yang mengetahui persis kejadian tersebut. Namun, keterangan salah satu saksi, yakni Rohati (65), nenek dari Eko Prasetyo, melihat kedua korban bermain di sekitar lokasi pada Senin (12/3/2018). "Saksi lalu mengajak keduanya pulang," kata Abdullah Umar.
Kapolsek menambahkan, diduga tanpa sepengetahuan Rohati, keduanya kembali bermain di bekas galian tersebut. Namun, hingga sore kedua bocah tersebut tidak kunjung pulang. Orang tua kedua korban pun panik.
"Mereka dibantu warga sekitar mencari di sekitar lokasi hingga malam hari dan tidak membuahkan hasil," kata dia.
Keesokan harinya, Sukardi dan Rohadi, warga sekitar, kembali melakukan pencarian di sekitar lokasi. Mereka memeriksa TKP dan melihat sesuatu yang muncul ke permukaan air di bekas galian tersebut. Saat dilihat dari dekat, ternyata kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Mayat Saifudin ditemukan mengapung, sedangkan mayat Eko masih berada di dasar galian tersebut. "Petugas dari Puskesmas Patean yang melakukan pemeriksaan. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban meninggal dunia karena tenggelam."
Korban diketahui bernama Eko Prasetyo (9) dan Saifudin (8), keduanya warga Dusun Ploso, Desa Plososari. Mereka ditemukan warga pukul 08.00 WIB di bekas galian dengan kedalaman sekitar dua meter.
Kapolsek Patean AKP Abdullah Umar mengatakan, tidak ada warga yang mengetahui persis kejadian tersebut. Namun, keterangan salah satu saksi, yakni Rohati (65), nenek dari Eko Prasetyo, melihat kedua korban bermain di sekitar lokasi pada Senin (12/3/2018). "Saksi lalu mengajak keduanya pulang," kata Abdullah Umar.
Kapolsek menambahkan, diduga tanpa sepengetahuan Rohati, keduanya kembali bermain di bekas galian tersebut. Namun, hingga sore kedua bocah tersebut tidak kunjung pulang. Orang tua kedua korban pun panik.
"Mereka dibantu warga sekitar mencari di sekitar lokasi hingga malam hari dan tidak membuahkan hasil," kata dia.
Keesokan harinya, Sukardi dan Rohadi, warga sekitar, kembali melakukan pencarian di sekitar lokasi. Mereka memeriksa TKP dan melihat sesuatu yang muncul ke permukaan air di bekas galian tersebut. Saat dilihat dari dekat, ternyata kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Mayat Saifudin ditemukan mengapung, sedangkan mayat Eko masih berada di dasar galian tersebut. "Petugas dari Puskesmas Patean yang melakukan pemeriksaan. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban meninggal dunia karena tenggelam."
(zik)