Kebocoran Air PDAM Sleman Masih Tinggi

Senin, 12 Maret 2018 - 17:23 WIB
Kebocoran Air PDAM Sleman...
Kebocoran Air PDAM Sleman Masih Tinggi
A A A
SLEMAN - Tingkat kebocoran air perusahaan daerah air minum (PDAM) Sleman masih cukup tinggi. Data PDAM setempat tahun 2017 persentase kebocoran air mencapai 27,80%.

Sistem exiting yang sebagian besar masih mengunakan perpompaan diduga menjadi penyebabnya. Jika hal ini tidak ada solusi, selain dapat menganggu pasokan kebutuhan air ke pelanggan juga percepatan tambahan sambungan.

Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata mengakui hingga sekarang kebocoran air PDAM masih terjadi, meski secara persentase jika dibandingkan dengan daerah lain di DIY paling rendah. Kebocoran sendiri akibat sistem distribusi. Sebab untuk penyaluran air masih memakai perpompaan. Akibatnya banyak air yang terbuang, terutama saat pengolahan air (washing water) menjadi air bersih yang layak konsumsi.

“Dari 380 liter/detik debit air, yang menggunakan sistem grativikasi baru 96 liter/detik sisanya 284 liter/detik masih memakai sistem perpompaan. Sehingga kebocoran masih relatif tinggi,” kata Dwi Nurwata usai pelantikan dewan pengawas PDAM Sleman di Pemkab Sleman, (12/3/2018).

Dwi menjelaskan, guna menekan kebocoran air tersebut, selain akan mengoptimalkan sistem yaitu dari perpompaan menjadi gravitasi juga dengan menerapkan zona sistem (distrik meteran), yaitu alat untuk mendeteksi dini kebocoran air, pengecekan meteran pelanggan dan jaringan transmisi serta audit debit air .

"Ditargetkan dengan langkah ini, tingkat kebocoran dapat ditekan hingga 1,5% pada tahun 2018,” paparnya.

Dwi menambahkan, PDAM Sleman juga akan meningkatkan layanan dan percepatan sambungan. Untuk percepatan ini, di antaranya dengan mengembangkan empat pengelolaan sumber air baru yaitu di Pakem, Kalasan, Gamping dan Prambanan. Selain itu pemasangan baru melalui program pelanggaran hibah air minum (PHAM), yaitu berupa keringangan biaya sambungan dari Rp1 juta menjadi Rp300.000. Terutama di daerah pinggiran, seperti Seyegan, Godean, Gampimg, Minggir dan Moyudan.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, maka PDAM dituntut untuk peka dan jeli dalam membaca kondisi riil di lapangan. Termasuk dapat terus berinovasi dalam program kerja yang dicanangkan dan dapat secara dinamis meningkatkan layanan kepada masyarakat sehingga mampu meminimalisir ketidakpuasan masyarakat atas layanan yang diberikan.
(rhs)
Berita Terkait
Jabatan Direktur Usaha...
Jabatan Direktur Usaha PDAM Tirta Bhagasasi segera Terisi
Pemkab Muba Gratiskan...
Pemkab Muba Gratiskan Puluhan Ribu Pelanggan PDAM
Pimpin Rapat Evaluasi,...
Pimpin Rapat Evaluasi, Wabup Sidrap Minta Tingkatkan Pelayanan dan Kinerja PDAM
PDAM se-Sulsel Sumbang...
PDAM se-Sulsel Sumbang Rp160 Juta ke PDAM Luwu Utara
PDAM Wajo Disebut Menguras...
PDAM Wajo Disebut Menguras APBD dan Hanya Jadi Beban Pemerintah
2023, Bekasi Targetkan...
2023, Bekasi Targetkan 80% Wilayah Terlayani Air Bersih
Berita Terkini
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Bogor
2 jam yang lalu
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
2 jam yang lalu
MNC Peduli Salurkan...
MNC Peduli Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Kemayoran
16 jam yang lalu
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
16 jam yang lalu
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
16 jam yang lalu
PNM Komitmen Hadirkan...
PNM Komitmen Hadirkan Layanan Berlandaskan Keadilan Sosial
17 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved