Dianiaya Teman Sekolah, Siswa SMP di Tangsel Babak Belur

Rabu, 07 Maret 2018 - 13:31 WIB
Dianiaya Teman Sekolah,...
Dianiaya Teman Sekolah, Siswa SMP di Tangsel Babak Belur
A A A
TANGERANG - Nasib memilukan dialami seorang siswa SMPN 18 berinisial MS (14), dia menjadi korban bullying oleh sekelompok siswa dari kelas berbeda hingga harus menderita luka parah disekujur tubuhnya.

Kini karena luka yang dialami, MS yang duduk dibangku kelas 3 itu terpaksa tak bisa mengikuti kegiatan di sekolah. Padahal Ujian Tengah Semester (UTS), tengah berlangsung bagi para siswa SMPN 18.

Bullying sendiri terjadi di SMPN 18, Jalan Benda Raya, Pondok Benda, Pamulang, Senin 5 Maret 2018, sekitar pukul 09.30 WIB. Ketika jam istirahat itu, para pelaku yang berjumlah tiga orang dari kelas berbeda mendatangi MS dan memaksanya agar ikut mendaftar bertanding futsal.

"Mereka kelas 3 juga, cuma beda kelas. Terus datang ke kelas dan maksa saya ikut daftar futsal, biasanya yang main harus bayar Rp5.000 per orang. Saya enggak mau ikut, karena kan lagi fokus buat UTS," kata MS saat menjalani visum di RSUD Tangsel, Rabu (7/3/2018).

Karena menolak untuk mendaftar futsal, ketiga siswa itupun lantas terlibat cekcok dengan MS di dalam kelas. Selanjutnya, MS dikeroyok dan dianiaya di luar kelas menggunakan batu.

Mirisnya lagi, kejadian yang berlangsung di dalam lingkup sekolah negeri itu seolah berjalan tanpa ada rasa takut dari para pelaku. Mereka melakukan aksi kekerasan terang-terangan diluar kelas dan disaksikan oleh siswa lainnya.

"Persis di luar kelas mereka mengeroyok saya, ada yang pake batu juga," imbuh MS.

Akibat kekerasan oleh teman sekolahnya itu, MS mengalami luka sobek dibagian kepala, luka lebam dibagian wajah dan mata. Bahkan sampai saat ini, MS sesekali masih mengeluarkan darah dari bagian mulut, diduga ada luka dalam yang dialaminya usai penganiayaan.

"Kadang masih keluar darah dari mulutnya. Kalau waktu hari kejadian, baju sekolahnya penuh darah, ibunya sampai nangis-nangis liat kondisi dia, nggak tega dia kan anak Yatim, bapaknya sudah meninggal. Bagian kepalanya ada yang sobek. Sampai sekarang belum bisa sekolah, karena dia masih sering mual dan pusing," ungkap Aloysiah (59) nenek angkat dari MS ditemui di lokasi yang sama.

Sementara, kuasa hukum MS, Merzayadi mengaku akan melanjutkan proses hukum bullying atas kliennya. Menurut dia, meski para pelaku masih tergolong berusia dibawah umur, namun upaya pembinaan hukum semestinya tetap berjalan.

"Kami sudah membuat laporan ke Polsek Pamulang, karena wilayah hukum kejadiannya ada disana. Harus tetap bisa diproses, jelas ini diancam Pasal 351 dan 170 KUHP, soal penerapannya dengan anak dibawah umur itu kan nanti menyesuaikan," tegas Merzayadi.
(mhd)
Berita Terkait
4 Negara dengan Kasus...
4 Negara dengan Kasus Bullying Tertinggi
Tindakan yang Perlu...
Tindakan yang Perlu Dilakukan saat Anak Jadi Korban Bullying
Mendorong Lingkungan...
Mendorong Lingkungan Belajar yang Lebih Aman dan Positif
Seorang Pria di Biringkanaya...
Seorang Pria di Biringkanaya Tewas Dikeroyok Gegara Bullying
Kasus Bullying Murid...
Kasus Bullying Murid SD di Enrekang Berujung Damai
Kasus Bullying Penjual...
Kasus Bullying Penjual Jalangkote Diharap Berlanjut ke Pengadilan
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
13 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
48 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved