Hadapi Masa Kampanye, Sudirman Said Mengontrak Rumah Rp50 Juta/Tahun
Senin, 05 Maret 2018 - 00:09 WIB
Hadapi Masa Kampanye, Sudirman Said Mengontrak Rumah Rp50 Juta/Tahun
A
A
A
SEMARANG - Menghadapi masa kampanye, calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said memilih mengontrak rumah di Semarang. Bangunan rumah 145 meter persegi yang terdiri dari dua kamar dan dua toilet itu dikontrak Rp50 juta per tahun.
Sudirman mengatakan, meski berada di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen, rumah kontrakan yang berada di cluster Beranda Bali RT 4/4 tersebut terlihat tidak terlalu mewah. Padahal, bangunan itu terletak di kawasan perumahan yang dikenal elite.
"Memang begini keadaannya, sederhana. Yang penting nyaman buat tempat istirahat di sela-sela menjalani masa kampanye," katanya saat memasuki rumah kontrakan untuk kali pertama, atau dalam istilah Jawanya, "ngeslupi omah", Minggu (4/3/2018).
Dia menyampaikan, bangunan yang disebutnya sebagai rumah perjuangan tersebut nantinya juga akan menjadi tempat kumpul tim dan para relawan. Rumah tersebut juga bakal jarang ditempati karena, dia beserta istri harus lebih banyak turun ke masyarakat di Jateng.
"Karena pasti saya dan ibu akan jarang di sini karena harus turun ke masyarakat setempat Jawa Tengah. Saya menghubungi langsung pemilik rumah. Mulanya rumah ini mau dijual, tapi setelah saya hubungi pemilik akhirnya boleh dikontrak dengan nilai Rp50 juta," katanya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Linggarjati mengatakan, warga tak menyangka kawasan tersebut bakal menjadi tempat tinggal mantan menteri sekaligus cagub Jateng. Dia mengaku selama ini hanya melihat dan tahu sosok Sudirman melalui media massa, baik ketika menjadi menteri maupun saat menjalani masa kampanye.
"Warga tidak menyangka dan menyambut gembira dengan kedatangan Pak Dirman, yang memilih bermukim di sini. Ternyata orangnya cukup menyejukkan dan santun. Begitu pula dengan ibu (Astrid, istri Pak Dirman) juga langsung akrab dengan istri saya," pungkasnya.
Sudirman mengatakan, meski berada di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen, rumah kontrakan yang berada di cluster Beranda Bali RT 4/4 tersebut terlihat tidak terlalu mewah. Padahal, bangunan itu terletak di kawasan perumahan yang dikenal elite.
"Memang begini keadaannya, sederhana. Yang penting nyaman buat tempat istirahat di sela-sela menjalani masa kampanye," katanya saat memasuki rumah kontrakan untuk kali pertama, atau dalam istilah Jawanya, "ngeslupi omah", Minggu (4/3/2018).
Dia menyampaikan, bangunan yang disebutnya sebagai rumah perjuangan tersebut nantinya juga akan menjadi tempat kumpul tim dan para relawan. Rumah tersebut juga bakal jarang ditempati karena, dia beserta istri harus lebih banyak turun ke masyarakat di Jateng.
"Karena pasti saya dan ibu akan jarang di sini karena harus turun ke masyarakat setempat Jawa Tengah. Saya menghubungi langsung pemilik rumah. Mulanya rumah ini mau dijual, tapi setelah saya hubungi pemilik akhirnya boleh dikontrak dengan nilai Rp50 juta," katanya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Linggarjati mengatakan, warga tak menyangka kawasan tersebut bakal menjadi tempat tinggal mantan menteri sekaligus cagub Jateng. Dia mengaku selama ini hanya melihat dan tahu sosok Sudirman melalui media massa, baik ketika menjadi menteri maupun saat menjalani masa kampanye.
"Warga tidak menyangka dan menyambut gembira dengan kedatangan Pak Dirman, yang memilih bermukim di sini. Ternyata orangnya cukup menyejukkan dan santun. Begitu pula dengan ibu (Astrid, istri Pak Dirman) juga langsung akrab dengan istri saya," pungkasnya.
(wib)