Nama Tanjakan Emen Diubah Jadi Tanjakan Aman

Kamis, 15 Februari 2018 - 17:34 WIB
Nama Tanjakan Emen Diubah...
Nama Tanjakan Emen Diubah Jadi Tanjakan Aman
A A A
SUBANG - Nama tanjakan Emen yang berada di Kampung Cicenang, Desa/Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, menjadi tanjakan Aman, Kamis (15/2/2018). Perubahan nama itu ditandai dengan pemasangan sejumlah rambu lalu lintas dan lampu penerangan.

Penamaan jalur tengkorak atau black spot yang kerap memakan korban itu diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciater. Acara itu dihadiri oleh masyarakat Kampung Cicenang, Desa/Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Acara digelar di dekat lokasi kecelakaan maut bus Premium Fassion bernopol F 7959 AA pada Sabtu 10 Februari 2018 sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan 26 penupang bus dan satu pengendara sepeda motor tewas. Selain itu, 17 penumpang bus mengalami luka berat dan ringan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setyadi mengatakan, untuk mencegah kecelakaan fatal dan menurunkan tingkat kecelakaan di jalan yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Subang itu, Dirjen Hubdar Kemenhub, Dinas PU Bina Marga, dan Dishub Jabar memasang sejumlah rambu zefron dan lampu penerangan.

"Dengan terpasangnya rambu dan penerangan, serta perubahan nama dari tanjakan Emen menjadi tanjakan Aman tersebut diharapkan, mudah-mudahan, masyarakat, pengemudi, tahu bahwa di kawasan ini terdapat tanjakan, turunan, dan belokan-belokan tajam. Mudah-mudahan tak terjadi lagi kecelakaan di jalur ini," kata Budi.

Selain itu, ujar dia, Dinas PU Bina Marga Jabar akan membangun escape road di turunan Cicenang yang berada di kawasan tanjakan Aman. Escape road ini disiapkan jika pengemudi merasakan ketidakberesan pada rem kendaraannya bisa masuk ke jalur itu. Jadi, kendaraan tidak melaju liar di jalur menurun.

Dia mengemukakan, kecelakaan baik yang memakan korban jiwa maupun luka-luka memang kerap terjadi jalur wisata tersebut. Dalam lima tahun terakhir, hampir setiap tahun, dari 2012, 2013, 2014, 2015, sampai awal 2018, terjadi insiden kecelakaan di jalan dengan kondisi menanjak, menurun, dan berbelok tajam itu. "Jumlah korban paling banyak terjadi pada 2018 ini," ujarnya.
(wib)
Berita Terkait
7 Mobil Kecelakaan Karambol...
7 Mobil Kecelakaan Karambol di Tanjakan Sitinjau Lauik Padang
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Hati-hati! Ini 4 Faktor...
Hati-hati! Ini 4 Faktor Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Kecelakaan Maut di Jalan...
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Seorang Perempuan Tewas
Prancis Ganti Nama Kecelakaan...
Prancis Ganti Nama Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Jadi Pembunuhan Lalu Lintas
Risiko Kecelakaan Lalu...
Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, JRP Lakukan Ini
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
1 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
1 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
2 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
10 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
10 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
10 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved