Ini Komitmen Cawagub Sumut Tolak Politik Uang dan SARA

Kamis, 15 Februari 2018 - 02:13 WIB
Ini Komitmen Cawagub...
Ini Komitmen Cawagub Sumut Tolak Politik Uang dan SARA
A A A
MEDAN - Masing-masing calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) telah membacakan komitmen deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA bersama sejumlah partai politik pengusung paslon di Halaman Istana Maimun, Medan, Rabu (14/2/2018).

"Mengawal Pilgub Sumut dari praktik politik uang dan politisasi SARA, karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi," bunyi salah satu poin deklarasi saat dibacakan oleh para Cawagubsu dan sejumlah Parpol pengusung.

Pembacaan deklarasi ini disaksikan langsung oleh seluruh Komisioner Bawaslu Sumut, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Setelah membacakan sekitar 6-7 poin deklarasi, kedua Cawagub Sumut, Gubernur Sumut, Kapolda, perwakilan Parpol, perwakilan tokoh agama, dan perwakilan tokoh masyarakat, melakukan penandatanganan berita acara deklarasi.

Usai pembacaan deklarasi, Cawagubsu nomor urut 1, Musa Rajekshah mengatakan sangat setuju dengan adanya deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA. "Tanpa deklarasi ini pun kita (paslon nomor urut 1) tetap komitmen menolak politik uang dan politisasi SARA," jelasnya dengan percaya diri.

Namun pemahaman ini harus ditularkan kepada masyarakat paling bawah. "Kalau masyarakat lebih paham apa yang dimaksud dengan politik uang dan politisasi SARA, maka kerja Bawaslu pun akan lebih ringan," ucap pria yang akrab disapa Ijeck itu.

Cawagubsu nomor urut 2, Sihar Sitorus juga menuturkan paslon nomor urut 2 dan tim pemenangan sepakat menolak dan melawan politik uang dan politisasi SARA.

"Politik uang dan politisasi SARA ini mempersulit diri sendiri. Sebenarnya tujuan kami adalah mempermudah semua urusan dan menjadikannya transparan. Paslon nomor urut 2 sepakat melawan politik uang dan SARA," ungkapnya.

Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rosmawati Rasahan mengajak semua pihak untuk berkomitmen dalam menentukan pilihannya secara cerdas berdasarkan visi, misi dan program kerja, bukan karena politik uang dan politisasi SARA. Selain itu, dapat mendukung pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan politisasi SARA yang dilakukan oleh pengawas Pemilu.

"Tidak akan melakukan intimidasi, ujaran kebencian, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran politik uang dan SARA," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Hitung Cepat Pilgub...
Hitung Cepat Pilgub Sumut 2024 Menang, Bobby Nasution: Ini yang Harus Kita Jaga
Pilgub Sumut: Charles...
Pilgub Sumut: Charles Bonar Sirait Digadang jadi Wagub Bobby Nasution
Survei Pilgub Sumut:...
Survei Pilgub Sumut: Nikson Nababan Teratas, Bobby Nasution Urutan Ketiga
Maju Pilgub Sumut, Edy...
Maju Pilgub Sumut, Edy Rahmayadi Daftar ke Partai Perindo
Bobby-Surya Kalah Telak...
Bobby-Surya Kalah Telak di TPS Edy Rahmayadi, Hanya Raih 65 Suara
Pilgub Sumut 2024 Memanas,...
Pilgub Sumut 2024 Memanas, Nikson: Jadi Pemimpin Tak Cukup Cuma Punya Nama Besar
Berita Terkini
4 Kombes Pol Digeser...
4 Kombes Pol Digeser Kapolri ke Dirreskrimum Polda pada Mutasi 7 Mei 2026
1 jam yang lalu
Tol Trans Jawa Ramai...
Tol Trans Jawa Ramai saat Libur Waisak, Ribuan Kendaraan Padati Gerbang Tol Utama
8 jam yang lalu
Dari Penyidik KPK hingga...
Dari Penyidik KPK hingga Dirreskrimum Polda NTT, Jejak Karier Kombes Sigit Haryono
9 jam yang lalu
Usai Libur Panjang,...
Usai Libur Panjang, Arus Kendaraan Masuk Jabotabek Diperkirakan Naik Mulai Hari Ini dan Besok
10 jam yang lalu
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
11 jam yang lalu
Mama Sinta Tegaskan...
Mama Sinta Tegaskan ke Jakarta Inisiatif dan Pakai Biaya Sendiri
11 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved