Kecelakaan di Tanjakan Emen, PO Bus dan Sopir Terancam Jadi Tersangka

Minggu, 11 Februari 2018 - 14:07 WIB
Kecelakaan di Tanjakan...
Kecelakaan di Tanjakan Emen, PO Bus dan Sopir Terancam Jadi Tersangka
A A A
BANDUNG - Kepolisian belum menetapkan status tersangka dalam kecelakaan maut Bus Pariwisata yang mengakibatkan 27 korban meninggal dunia di jalur Tanjakan Emen, Ciater, Subang, pada Sabtu (10/2/2018), pukul 17.00 WIB.

Hingga Minggu (11/2) pukul 13.00 WIB, pihak kepolisian dari Korlantas Mabes Polri, Ditlantas Polda Jabar, dan Satlantas Polres Subang masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian. Lalu lintas kendaraan di jalur Tanjakan Emen diberlakukan sistem buka tutup.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, proses pengambilan data yang dilakukan Tim FAA-RAA ditargetkan selesai hari ini. Seluruh petugas sedang melakukan penyidikan dan olah TKP terkait peristiwa kecelakaan maut yang terjadi di jalur Tanjakan Emen, Ciater, Subang. Sehingga, belum ada tersangka dalam peristiwa tersebut.

Namun, kata dia, pihak kepolisian yang ditangani langsung Polres Subang diback-up Polda Jabar dan Korlantas Mabes Polri akan segera menetapkan siapa tersangka setelah proses Olah TKP selesai.

"Kami masih melakukan penyidikan terkait kasus ini. Belum ada tersangka, tapi kami akan dalami keterangan dari sopir dan manajemen bus," kata Royke saat meninjau lokasi kejadian di Tanjakan Emen, Ciater, Subang, pada Minggu(11/2).

Dia menyebutkan, dugaan sementara penyebab kecelakaan karena persoalan teknis sistem pengereman bus. Sebab, sebelum kejadian nahas itu, sopir bus sempat melaporkan kepada pihak manajemen, khususnya mekanik kendaraan mengenai adanya masalah yang terjadi pada sistem pengereman.

"Kelalian bisa dari sopir atau manajemen. Karena pihak manajemen juga ikut bertanggungjawab. Bagaimana juga pihak manajemen bertanggungjawab soal kelaikan bus," ujar dia.

Royke menyebutkan, berdasarkan keterangan sopir, sebelum terjadi kecelakaan maut sempat ada komunikasi yang dilakukan dengan melaporkan adanya masalah pengereman saat di tengah jalan dengan cara di foto.

Dari konunikasi tersebut, mekanik memberikan petunjuk-petunjuk kepada sopir untuk melakukan rekayasa sementara agar sistem pengereman berjalan normal. "Tidak menutup kemungkinan selain supir sebagai tersangka, pihak manajemen juga bisa menjadi tersangka. Kami masih melakukan penyelidikan ke arah sana," ujarnya.

Dikatakan, Hasil olah TKP akan diselesaikan dalam waktu satu atau dua hari ke depan. Setelah seluruh data dan informasi yang diperoleh Tim FAA-RAA terkumpul, keterangan saksi dan sejunlah barang bukti akan dianalisis bersama ahli sehingga akan diketahui penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.

"Hari ini TAA selesai, kemudian akan dianalisa dan digabungkan dari hasil pemeriksaan saksi serta sejumlah barang bukti lainnya. Mudah-mudahan dalam waktu satu atau dua hari selesai," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
7 Mobil Kecelakaan Karambol...
7 Mobil Kecelakaan Karambol di Tanjakan Sitinjau Lauik Padang
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Hati-hati! Ini 4 Faktor...
Hati-hati! Ini 4 Faktor Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Kecelakaan Maut di Jalan...
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Seorang Perempuan Tewas
Prancis Ganti Nama Kecelakaan...
Prancis Ganti Nama Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Jadi Pembunuhan Lalu Lintas
Risiko Kecelakaan Lalu...
Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, JRP Lakukan Ini
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
3 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
3 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
3 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
3 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
4 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved