Tuntut Keadilan, Puluhan Warga Doyong Unjuk Rasa di Pengadilan Negeri Sragen

Selasa, 06 Februari 2018 - 20:02 WIB
Tuntut Keadilan, Puluhan...
Tuntut Keadilan, Puluhan Warga Doyong Unjuk Rasa di Pengadilan Negeri Sragen
A A A
SRAGEN - Sekitar 35 warga Desa Doyong, Miri, Sragen, Jawa Tengah menggelar unjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Jawa Tengah, Selasa (6/2/2018). Mereka menuntut keadilan bagi Teguh Tri Jadi (40) warga Doyong yang menjadi korban pemukulan saat kontestasi Pilkades Doyong Sabtu 18 November 2017 lalu.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan dengan digelarnya sidang perdana pemukulan Teguh oleh terdakwa Nugroho.

Sidang perdana mengagendakan pembacaan dakwaan. Aksi warga dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan berorasi di halaman kantor PN Sragen.

Mereka memasang foto wajah Teguh saat mengalami luka parah di bagian mata kanan pascainsiden pemukulan. Saat itu Teguh harus menjalani rawat inap beberapa hari di rumah sakit akibat luka itu. Massa juga membentangkan kertas bertuliskan tuntutan penegakan hukum.

Koordinator Pengunjuk Rasa, Ikhwanudin Bukhori mengatakan, aksi massa dilakukan sebagai bentuk rasa solidaritas warga kepada Teguh. Kantor PN Sragen dipilih sebagai tempat aksi lantaran di tempat itu digelar sidang perdana kasus pemukulan itu.

"Kami menggelar aksi solidaritas untuk pak Teguh. Akibat dari pemukulan yang dia alami, kini pak Teguh menjadi cacat fisik permanen. Mata kanannya mengalami kebutaan. Rencananya, kami akan terus mengawal proses persidangan agar keadilan bisa ditegakkan," tutur dia.

Ikhwan menjelaskan, insiden pemukulan terhadap Teguh terjadi berkaitan dengan kontestasi pilkades doyong. Saat itu Teguh bermaksud melerai perselisihan pendukung dua calon kades.

Tapi malang justru Teguh menjadi orang pertama yang mendapatkan tindakan kekerasan.
Dari hasil pemeriksaan medis, menurut Ikhwan, mata kanan Teguh rusak dan mengeluarkan darah akibat dihantam menggunakan batu runcing.

"Dari hasil pemeriksaan mata pak teguh terkena batu runcing. Semoga persidangan bisa berjalan seadil-adilnya," kata dia.

Ikhwan juga berharap penegakan hukum bisa menyeret dalang atau otak di balik insiden berdarah itu. "

Harapan kami muncul fakta di balik terdakwa ini ada dalang atau otaknya yang belum tersentuh secara hukum hingga saat ini. Semoga terdakwa berani bicara," tambah dia.

Sedangkan korban pemukulan, Teguh Tri saat diwawancara wartawan mengaku sangat dirugikan akibat pemukulan yang dia alami.

Sebab hingga saat ini dia kesulitan untuk menjalankan pekerjaan sebagai sopir dan teknisi bengkel. Dia berharap keadilan bisa ditegakkan.
(sms)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
30 menit yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
3 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
4 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
4 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
5 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved