Tekan Volume Sampah di Sungai, Pemkot Palembang Lakukan Ini

Selasa, 06 Februari 2018 - 04:35 WIB
Tekan Volume Sampah...
Tekan Volume Sampah di Sungai, Pemkot Palembang Lakukan Ini
A A A
PALEMBANG - Tahun 2018 ini, volume sampah di aliran anak Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, mencapai 70 meter kubuk setiap harinya. Kondisi ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Sampah yang diangkut sekarang hanya 70 meter/kubik per hari. Sudah menurun dari tahun 2014 lalu. Karena sekarang masyarakat sudah sadar, apalagi ada kegiatan gotong royong," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ulang Kota Palembang Bastari, Senin (5/2/2018).

Meski jumlah tersebut lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu yang mencapai 1.200 meter kubik per harinya, dia mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang masih terus melakukan restorasi dan revitalisasi aliran anak Sungai Musi guna menekan angka sampah di sungai.

Hanya saja, restorasi dan revitalisasi tersebut memang membutuhkan biaya yang besar. Berkaca dari restorasi dan revitalisasi tahap awal di Sungai Sekanak, Pemkot Palembang menghabiskan anggaran sebesar Rp7,5 miliar.

Selain itu, saat ini tercatat ada 86 anak Sungai Musi yang ada di Palembang. Puluhan anak sungai tersebut dirancanakan dilakukan restorasi secara bertahap.

"Ada empat anak Sungai Musi yang akan diprioritaskan restorasi, yakni Sungai Sekanak di Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, Sungai Lambidaro di kawasan Gandus Palembang, Sungai Bendung di kawasan Sekip Palembang, dan Sungai Buah di Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang," tuturnya.

Untuk empat anak sungai yang menjadi prioritas restorasi tersebut dijadwalkan akan dilakukan sistem lelang pada April 2018. "Kita akan meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, pemerintah pusat, dan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Sekarang sedang proses desain," ujarnya.

Untuk mempermudah proses restorasi dan relokasi, Pemkot Palembang akan melakukan pembebasan lahan di tepian sungai sepanjang 7 meter.

"Dana restorasi ini pun berbeda-beda. Yang besar di Sungai Buah karena jalan inspeksi tidak ada, bangunan di sekitar situ juga mepet dengan sungai. Jalan harus dibebaskan, bangunannya harus dibongkar," tegasnya.

"Itu salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian. Tentu anak sungai yang sudah dilakukan restorasi akan dijadikan destinasi wisata," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Pemerintah Kota Palembang...
Pemerintah Kota Palembang Akhiri PSBB 2 Juni 2020
PLN Kembangkan PLTSa...
PLN Kembangkan PLTSa 17,7 MW di Palembang, Serap Sampah Kota 1.000 Ton per Hari
Pemerintah Pusat dan...
Pemerintah Pusat dan Daerah Perlu Ikut Menanggung Harga Listrik PLTSa
Produksi Sampah Makanan...
Produksi Sampah Makanan Capai 29 Ton per Tahun, Pemerintah Disarankan Bikin Food Bank
Pemerintah Tegaskan...
Pemerintah Tegaskan Penghentian Open Dumping dan Percepatan Pemilahan Sampah
Peringati HPSN, Pemerintah...
Peringati HPSN, Pemerintah Kota Cilegon Tanam 1.000 Pohon dan Gelar Operasi Semut
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
46 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved