2017 Tak Ada Kasus DBD, Warga Ucapkan Terima Kasih Perindo
Minggu, 04 Februari 2018 - 15:11 WIB
2017 Tak Ada Kasus DBD, Warga Ucapkan Terima Kasih Perindo
A
A
A
JAKARTA - Ketua RW 08 Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Junaedi (43) mengaku senang dengan adanya fogging dari DPP Rescue Perindo.
"Untuk sampai tahun 2017 kita enggak pernah ada kasus (demam berdarah). Kita bersyukur pada Perindo di musim kemarau dan musim hujan ini untuk mencegah demam berdarah kita berterimakasih kepada Perindo. Mudah-mudahan di 2018 ini enggak ada lagi," kata Junaedi di Jalan Kramat 3 Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2018).
Menurutnya, birokrasi pengajuan fogging kepada pemerintah terlalu sulit. "Untuk pemerintah kita belum difogging karena mereka harus lihat data yang konkret, surat dari RS (rumah sakit), kita harus buat surat lagi, lalu diusulkan," lanjutnya.
Junaedi menambahkan, untuk fogging dari Rescue Perindo tak butuh waktu lama dan birokrasi yang berkelit. (Baca: Rescue Perindo Fogging 1.500 Rumah Warga Kwitang )
"Dengan adanya Perindo kita bersyukur. Kita buat surat kita tujukan kepada ranting Perindo di wilyah nanti disampaikan karena mudah dan cepat," kata Junaedi.
"Untuk sampai tahun 2017 kita enggak pernah ada kasus (demam berdarah). Kita bersyukur pada Perindo di musim kemarau dan musim hujan ini untuk mencegah demam berdarah kita berterimakasih kepada Perindo. Mudah-mudahan di 2018 ini enggak ada lagi," kata Junaedi di Jalan Kramat 3 Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2018).
Menurutnya, birokrasi pengajuan fogging kepada pemerintah terlalu sulit. "Untuk pemerintah kita belum difogging karena mereka harus lihat data yang konkret, surat dari RS (rumah sakit), kita harus buat surat lagi, lalu diusulkan," lanjutnya.
Junaedi menambahkan, untuk fogging dari Rescue Perindo tak butuh waktu lama dan birokrasi yang berkelit. (Baca: Rescue Perindo Fogging 1.500 Rumah Warga Kwitang )
"Dengan adanya Perindo kita bersyukur. Kita buat surat kita tujukan kepada ranting Perindo di wilyah nanti disampaikan karena mudah dan cepat," kata Junaedi.
(mhd)