Penumpang Malaysia Airlines Bawa 109 Pucuk Replika Senpi

Selasa, 30 Januari 2018 - 18:32 WIB
Penumpang Malaysia Airlines...
Penumpang Malaysia Airlines Bawa 109 Pucuk Replika Senpi
A A A
TANGERANG - Seorang penumpang pesawat Malaysia Airline MH 711 bernama Erik, kedapatan membawa ratusan replika senjata api di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Replika senjata api itu dibawa di dalam kemasan empat koper dan satu ransel, dengan jumlah 109 pucuk replika senjata api, yang terdiri dari 15 unit frame airsoft gun pistol model spring bahan metal.

Lima unit gearbox airsoft gun model elektrik, 33 unit magazen airsoft gun, 12 unit laras panjang airsoft gun berbahan metal, dan 26 unit bagian airsoft gun yang terdiri dari bagian popor dan lainnya. Kemudian 13 unit slide airsoft gun pistol, lima unit handgrip airsoft gun, dan satu box aksesoris airsoft gun yang terdiri dari charger, senter, dan lainnya itu, diamankan karena tidak memiliki izin kepolisian.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soetta Erwin Situmorang mengatakan, penindakan rush tag dari pesawat Malaysia Airline 711 itu terjadi, pada Sabtu 27 Januari 2018 lalu."Ini barang dari Hong Kong dibawa melalui Malaysia. Jadi orangnya sudah berangkat dulu, lalu barang-barangnya nyusul," kata Erwin saat menggelar keterangan pers di Bandara Soetta pada Selasa (30/1/2018).

Erwin menuturkan, barang-barang berbahaya itu, terungkap saat pemeriksaan X-Ray di Terminal 2D Bandara Soetta. Selanjutnya, ratusan replika senpi itu diserahkan kepada Polres Bandara Soetta.
"Kita lihat nanti apakah ini semacam pedagang atau apa, masih di dalami. Pelaku tidak memiliki izin dari kepolisian. Karena tidak punya izin, pelaku dibawa ke Polres Bandara Soetta," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, replika senpi itu memiliki banyak kesamaan dengan senpi sungguhan. Terutama yang berbahan metal, mulai dari berat senpinya, sampai dengan amunisinya sangat mirip aslinya.

Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Ahmad Yusef menambahkan, sudah menerima limpahan barang sitaan ratusan replika senpi itu, dan masih melakukan penyelidikan di lapangan. "Kami akan menerina limpahan dari hasil penyitaan pihak bea cukai. Akan kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Kami akan mengecek barang-barang ini apakah airsoft gun atau lainnya," sambungnya.

Yusef menuturkan, pengungkapan ini baru tiga hari, mulai diamankan Sabtu, dan dilakukan pemeriksaan terhadap pemilik pada Senin 29 Januari 2018 kemarin. Saat ini, pihaknya masih mendalami pemilik.

Pemilik ratusan replika senpi itu adalah warga negara Indonesia (WNI), dan barang-barang tersebut akan dibawa ke Jakarta. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lagi.
(whb)
Berita Terkait
Propam Gelar Pemeriksaan...
Propam Gelar Pemeriksaan Senjata Api Polisi di Polres Tegal
Pemusnahan 432 Puncuk...
Pemusnahan 432 Puncuk Senjata Api Rakitan Hasil Operasi Senpi di Sumsel
Polda Sumsel Musnahkan...
Polda Sumsel Musnahkan 532 Senjata Api Rakitan Laras Panjang dan Pendek
Jadi Perakit Senjata...
Jadi Perakit Senjata Api Sejak 2014 Tahun, Sabtudin Baru Ditangkap
Rakit Senpi Ilegal,...
Rakit Senpi Ilegal, Guru SMP Swasta di Malang Diamankan Polda Jatim
Kesal Selalu Campuri...
Kesal Selalu Campuri Urusan Rumah Tangganya, Menantu Letuskan Senpi ke Mertua
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved