Ditinggal Tidur di Ayunan, Bayi Lima Bulan Diduga Tersiram Air Mendidih

Senin, 29 Januari 2018 - 06:44 WIB
Ditinggal Tidur di Ayunan,...
Ditinggal Tidur di Ayunan, Bayi Lima Bulan Diduga Tersiram Air Mendidih
A A A
PANGKEP - Seorang bayi yang masih berumur 5 bulan, Miftahu Jannah, terus menangis di Puskesmas Baring, Kecamatan Sigeri, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sang bayi dirawat di puskesmas itu lantaran mulut hingga lehernya melepuh diduga tersiran air panas saat ia tertidur pules diayunan di rumah nenek tirinya.

Bayi malang tersebut merupakan anak pertama dari pasangan suami istri, Labedoli (35) dan Norma (27). Selama di puskesmas bayi malang itu juga tidak henti-hentinya menangis dan merinti kesakitan akibat luka melepuh yang dideritanya. Sang ibu dan ayah dari bayi tersebut berusaha menenangkan meski bayi malang itu tidak bisa menahan rasa sakit yang dialaminya.

Belum diketahui penyebab pasti bayi malang tersebut bisa terkena air panas. Namun peristiwa nahas yang menimpa bayi malang itu terjadi di rumah istri kedua sang kekek. Norma mengaku, kejadian ini bermula saat dirinya meninggalkan anaknya dalam kondisi tidur pules di ayunan. Ia pergi ke rumah tetangga untuk beberap saat.
Namun begitu ia kembali, bayinya yang dijaga oleh sang nenek tiri tidak henti-hentinya menangsi lantaran bagian mulutnya melepuh diduga tersiram air panas. Bayi malang itupun langsung ia larikan ke puskesmas terdekat.

Sementara itu, untuk mengungkap adanya unsur kekerasan pada anak, polisi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Kabupaten Pangkep sudah melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan di lokasi kejadian.

Kemarin, kepolisian juga telah melakukan prarekonstruksi di sebuah rumah panggung di Kampung Bulu Batue, Kelurahan Bonto Mate'ne, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep yang merupakan lokasi kejadian bayi malang itu terkena air panas.

Setelah dilakukan pra rekonstruski untuk mengumpulkan alat bukti, nenek tiri sang bayi langsung dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
(thm)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
Ratusan Petani Tembakau...
Ratusan Petani Tembakau Demo, Peringatkan Ancaman PP 28/2024 terhadap Jutaan Pekerja IHT
1 jam yang lalu
P2RPTI Jateng Perkuat...
P2RPTI Jateng Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal dan Sejahterakan Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Pramono Yakin Obligasi...
Pramono Yakin Obligasi Daerah Tak Akan Bebani Gubernur Selanjutnya
1 jam yang lalu
Bea Cukai dan BAIS TNI...
Bea Cukai dan BAIS TNI Gagalkan Peredaran Miras Berpita Cukai Palsu Senilai Rp12,55 Miliar di Bali
1 jam yang lalu
Kapolda Metro Jaya Pimpin...
Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab 22 Pejabat Utama dan Kapolres, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Kementerian Hukum Serahkan...
Kementerian Hukum Serahkan SK Penegasan WNI kepada 7 Warga Keturunan Filipina di Bitung
2 jam yang lalu
Infografis
6 Amalan Sunnah yang...
6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved