Kampung Ambon Digerebek, Granat Sebut Pembinaan Warga Belum Efektif

Rabu, 24 Januari 2018 - 18:54 WIB
Kampung Ambon Digerebek,...
Kampung Ambon Digerebek, Granat Sebut Pembinaan Warga Belum Efektif
A A A
JAKARTA - Polisi bersama TNI kembali menggerebek Kampung Ambon di Jalan Akik Permata, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (24/1/2018). Masih adanya transaksi narkoba di kawasan itu patut dipertanyakan.

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengatakan, masih adanya narkoba di Kampung Ambon menandakan upaya pembinaan warga di sana belum berjalan efektif. Karenanya, ia mempertanyakan upaya pembinaan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan itu.

“Harusnya mereka melakukan monitoring penuh. Adanya narkoba merupakan kekeliruan,” ujar anggota Komis III DPR itu. (Baca: Kampung Ambon Digerebek, Polisi Sita 18 Kg Bahan Pembuat Sabu)

Diketahui, penggerebekan narkoba di Kampung Ambon bukanlah kali pertama. Polisi sudah berulangkali melakukan penindakan di tempat itu hingga akhirnya padai 2013 BNN hadir guna melakukan pembinaan, mulai dari aktivitas perbengekelan hingga jahit-menjahit.

Henry menyebutkan, anggaran untuk pembinaan "kampung narkoba", termasuk Kampung Ambon, sudah dikucurkan negara melalui APBN setiap tahunnya. Karena itu, ia meminta instansi terkait mengevaluasinya.

"Melalui Granat dan sebagai anggota Dewan, saya akan terus menyelidiki pos-pos pembinaan di kampung narkoba," tandasnya. (Transaksi Narkoba di Kampung Ambon Masih Gunakan Pola Lama)

Meskipun demikian, terhadap upaya Polres Metro Jakarta Barat dalam memberantas narkoba, Henry mendukung sepenuhnya. Bahkan ia menyarankan agar polisi menembak mati bandar narkoba yang melawan.

Sementara terhadap temuan barang bukti, ia meminta agar polisi terus mengusutnya, mulai dari peredarannya, bahan pembuatnya, hingga pengecer lainnya. “Tenang saja, rakyat bersama penegak hukum,” ucapnya. (Baca: Selain Kampung Ambon, Polisi Bidik Kampung Narkoba Lain di Jakbar)

Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Pol Sulistyandriatmoko, mengakui program penataan wilayah rawan narkoba di Kampung Ambon belum berjalan optimal.

"Program belum menyeluruh ke warga. Memang ada kendala di lapangan, misalnya di dalam realisasinya ada yang terlibat aktif, ada juga yang belum tersentuh," ucapnya.

Ia juga tak menampik anggaran dari pemerintah melalui APBN masih mengucur hingga tahun ini. Namun mengenai nilainya, ia belum bisa menjawab. "Saya harus lihat dulu besaran anggarannya berapa dan sudah sejauhmana (penggunaannya). Yang jelas itu masih berjalan," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Penggerebekan 165 Kilogram...
Penggerebekan 165 Kilogram Sabu-sabu di Aceh Barat
Pabrik Sabu di Karawaci,...
Pabrik Sabu di Karawaci, Polisi Ungkap Tersangka Sering Pindah-pindah Tempat
Jaringan Narkoba Internasional...
Jaringan Narkoba Internasional Incar Perairan Batam, Penyelundupan Sabu Hampir 3 Kg Digagalkan
Polres Muba Sikat Empat...
Polres Muba Sikat Empat Pengedar Narkoba
Fakta Buruk Tentang...
Fakta Buruk Tentang Sabu, Barang Bukti Millen Cyrus
Satuan Narkoba Polrestro...
Satuan Narkoba Polrestro Depok Amankan Sabu Sebanyak 46 Kilogram
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
6 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
6 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
7 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
7 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
7 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved