Tekan Angka Kematian Bayi, Pemkot Surabaya Luncurkan Ambulans NET'S

Jum'at, 19 Januari 2018 - 12:45 WIB
Tekan Angka Kematian...
Tekan Angka Kematian Bayi, Pemkot Surabaya Luncurkan Ambulans NET'S
A A A
SURABAYA - Untuk menekan angka kematian bayi, Pemkot Surabaya meluncurkan ambulans bernama Neonatal Emergency Transport Net (NET'S). Kehadiran NET'S yang khusus menjemput dan membantu persalinan di bawah normal dipercaya mampu mengurangi potensi kematian bayi saat persalinan. Untuk diketahui, sepanjang 2017 bayi yang meninggal saat persalinan mencapai 200 bayi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita menuturkan, ambulans NET'S memang dirancang khusus untuk menjemput dan membantu persalinan bagi pasien yang akan melahirkan bayi di bawah normal atau Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

"Ambulans ini sangat dibutuhkan dalam berbagai situasi darurat. Di kota besar penanganan harus bisa cepat," ujar Feny, panggilan akrabnya, Kamis (18/1/2018).

Ia melanjutkan, ambulans NET'S ini merupakan satu-satunya kendaraan layanan kesehatan pertama di Indonesia dan akan dijadikan pilot project di beberapa kota lainnya. Fasilitas yang berada di dalam ambulance NET'S terbilang lengkap mulai dari inkubator beserta kelengkapan alat dan obat.

"Di NET'S juga ada ventilator beserta kelengkapan alat dan obat, peralatan dan obat untuk resusitasi bayi baru lahir termasuk jackson rees dan T piece resusiator," katanya.

Feny juga menjelaskan, biasanya kalau mengantar pasien yang hendak melahirkan bayi menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Selama perjalanan, terkadang kurang oksigen dan kendala lainnya yang berujung pada keterlambatan penanganan.

"Makanya kami menyediakan alat-alat medis secara lengkap di dalam ambulans untuk penanganan yang cepat dan terpadu," ucapnya.

Dinkes juga menyiapkan tenaga medis yang andal dan terlatih saat menangani persalinan ibu yang melahirkan bayi di bawah rendah melalui pelatihan yang diikuti tenaga medis RSUD dr Soewandhie dan tenaga ahli medis puskesmas se-Surabaya.

"Salah satu pelatihannya adalah menstabilkan suhu dan tingkat kelembaban inkubator sesuai kondisi bayi yang baru lahir," jelas perempuan lulusan Universitas Prof. Dr. Moestopo ini.

Sepanjang 2017, jumlah bayi yang meninggal dunia akibat lahir secara rendah sebanyak 200 bayi. Dengan adanya ambulans NET'S, pihaknya berharap mampu menekan angka kematian bayi secara perlahan-lahan.

"Sejauh ini kami sudah melayani 42 bayi dan alhamdulilah semuanya lahir selamat dan sehat," katanya.

Saat ini, katanya, mobil ambulans NET'S hanya berpusat di RSUD dr Soewandhie. Namun, Dinkes berencana untuk melebarkan sayap dengan meletakkan layanan transportasi kesehatan tersebut di lima titik serta menambah jumlah armada ambulans NET'S yang saat ini jumlahnya hanya satu unit.

"Sesuai perintah Ibu Wali Kota, kita akan menyebarkan lokasi ambulans di lima titik dan akan menambah jumlah armada ambulans yang direncanakan tahun ini, tapi sekarang masih dalam proses pengadaan," ucap Feny.

Ismi Arminati, salah satu warga Bubutan mengatakan, dirinya belum mengetahui adanya ambulan NET'S yang disediakan untuk warga. Beberapa tetangganya juga belum mengetahu ada pelayanan kesehatan yang bisa membantu persalinan. "Belum pernah ada pemberitahuan juga di kampung," katanya.
(zik)
Berita Terkait
Protokol Kesehatan di...
Protokol Kesehatan di Berbagai Tempat Ditetapkan dengan Ketat
Kisah Perjuangan Pasutri...
Kisah Perjuangan Pasutri 20 Tahun Menanti Anak Pertama melalui Program Bayi Tabung
Pemkot Surabaya Kembali...
Pemkot Surabaya Kembali Perketat 19 Pos Masuk Surabaya
Pemkot Surabaya Sukses...
Pemkot Surabaya Sukses Gelar Kembali Parade Surabaya Juang
Sadis! Gadis Muda di...
Sadis! Gadis Muda di Surabaya Melahirkan di Kamar Mandi Kosan, Bayinya Dibekap hingga Tewas
Libatkan Kader, Pemko...
Libatkan Kader, Pemko Surabaya Permudah Identifikasi Masalah dengan Aplikasi Sayang Warga
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
7 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
7 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
9 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
9 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
9 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
9 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved