Belasan Peluru Senapan Angin Ditemukan di Bangkai Orangutan Tanpa Kepala

Kamis, 18 Januari 2018 - 22:22 WIB
Belasan Peluru Senapan...
Belasan Peluru Senapan Angin Ditemukan di Bangkai Orangutan Tanpa Kepala
A A A
PALANGKARAYA - Tim dokter forensik Polda Kalteng menemukan belasan peluru senapan angin di bangkai orangutan yang ditemukan tanpa kepala di Sungai Barito, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah. Hal ini diketahui setelah tim dokter forensik melakukan autopsi terhadap primata dilindungi ini.

“Ditemukan belasan peluru senapan angin ditubuh bangkai orangutan tersebut. Namun terkait apa penyebabnya belum bisa disimpulkan,” ujar Ida seorang dokter forensik kepolisian Polda Kalteng, usai melakukan autopsi, Kamis (18/1/2018).

Sebelumnya, Seekor orangutan tanpa kepala dan bulunya menghilang ditemukan tewas mengambang di Sungai Barito, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah.

Manager Perlindungan Habitat, Center for Orangutan Protection (COP), Ramadhani mengatakan, bangkai orangutan itu ditemukan dengan kondisi sangat mengenaskan. Yakni, tanpa kepala dan seluruh bulu ditubuhnya sudah tidak ada.

"Orangutan itu ditemukan warga pada Senin (15/1/2018), saat itu juga sudah dikubur. seharusnya diautopsi dahulu untuk mengetahui kematian orangutan itu sebabnya apa tapi sudah terlanjur dikubur,” kata Dhani saat dihubungi MNC media, Rabu (17/1/2018).

Setelah melakukan overlay peta, habitat orangutan di sekitar lokasi itu sudah banyak tergerus oleh konsesi perkebunan kelapa sawit.

Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Adib Gunawan, orangutan itu diduga mati dibunuh.

"Ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, seperti bekas sabetan senjata tajam. Kepala orangutan itu sampai sekarang belum ditemukan," ujar Adib melalui sambungan telepon.

Adib mengatakan, lokasi tempat awal diduga terjadinya pembunuhan terhadap orangutan jantan dewasa itu belum bisa dipastikan. "Diperkirakan, tubuh orangutan tersebut sudah hanyut mengikuti aliran sungai.”

Warga dan petugas sempat kerepotan saat memindahkan bangkai orangutan yang tergolong berat. Diperlukan tenaga empat orang dewasa untuk dapat mengangkatnya.

Karena sudah membusuk, petugas BKSDA dan warga langsung menguburkan orangutan itu di sekitar lokasi penemuannya. Namun Adib memastikan, pihaknya tetap akan menyelidiki penyebab kematian primata langka yang dilindungi undang-undang ini. "Antara lain, kami berkoordinasi dengan kepolisian dan mencari info dari masyarakat," ujarnya.
(thm,whb)
Berita Terkait
Kakatua dan Blue Gold...
Kakatua dan Blue Gold Macau di Lembang Park and Zoo Berhasil Dikembangbiakan
Kemunculan Tapir di...
Kemunculan Tapir di Pinggir Jalan Sungaipenuh-Tapan Bikin Geger Warga
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Ratusan Burung Dilindungi...
Ratusan Burung Dilindungi Gagal Diselundupkan
5 Jam Terjebak di Kabel...
5 Jam Terjebak di Kabel Aliran Listrik Tegangan Tinggi, Kukang Liar Berhasil Diselamatkan
Anak Iguana Merah Muda...
Anak Iguana Merah Muda Pertama Ditemukan di Pulau Galapagos
Berita Terkini
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
53 menit yang lalu
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
1 jam yang lalu
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
2 jam yang lalu
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
10 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
10 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved