Penjelasan Kontraktor Apartemen Pakubowono Terkait Robohnya Plafon

Jum'at, 29 Desember 2017 - 22:05 WIB
Penjelasan Kontraktor...
Penjelasan Kontraktor Apartemen Pakubowono Terkait Robohnya Plafon
A A A
JAKARTA - Manajemen proyek pembangunan Apartemen Pakubuwono Spring, Jakarta Selatan menyatakan bertanggung jawab atas insiden yang terjadi diproyek pembangunan apartemen tersebut.

Project Manager Apartemen Pakubuwono Merdi Ardiansyah mengatakan turut prihatin dan berduka atas kejadian kecelakaan kerja yang menewaskan tiga pekerja pada Selasa, 26 Desember 2017 lalu. "Dari sisi korban, kami bertanggung jawab dan kami sudah lakukan pemakaman menurut agama, pemakaman sudah berlangsung. Kami berikan juga penyampaian duka serta uang duka dari kami sebagai tanda kasih kami, sebagai respek kami kepada almarhum dan sudah selesai prosesnya," kata Merdi kepada wartawan Jumat (29/12/2017).

Dia menjelaskan, ketika insiden terjadi pihaknya tengah dilakukan pemeriksaan kebocoran, diduga kebocoran bermula saat gempa bumi pada 16 Desember 2017 lalu. "Jadi konstruksinya komposit beton baja, ada platform dindingnya. Karena terjadi kebocoran kami tidak bisa lihat sumbernya dari mana, jadi untuk itu kami meneliti sumber kebocoran," jelasnya.

Menurutnya, pemeriksaan kebocoran dilakukan dengan menggeser timbunan tanah di bagian atap karena tanah di atap itu rencananya akan jadi taman. Namun, saat salah satu pekerja sedang menyapu dan menggeser lapisan tanah, tiba-tiba atap beton itu ambruk.

Akibatnya, tiga korban yang berada di bawah dan sedang menyelesaikan pemasangan kayu untuk roof garden terkena reruntuhan dan tewas. Merdi membantah kondisi bangunan yang ambruk itu belum sempurna, sebab saat roboh itu konstruksi utamanya sudah selesai sesuai perencanaan.

Sehingga, tak ada pekerja yang menduga saat itu bangunan bisa ambruk. "Kecuali kalau saat itu kami sedang mengecor atau ya prosesnya masih sangat berat, tapi waktu itu tinggal finishing saja," ujarnya.( Baca: 3 Pekerja Tewas Tertimpa Tembok, Kontraktor Apartemen Pakubuwono Diperiksa )

Kemudian, terkait perubahan desain bangunan dari atap beton menjadi atap kaca itu tidak terkait dengan robohnya tembok. Sebab, perubahan tersebut masih dalam tahap kajian. Hingga saat ini, Merdi mengaku belum mengetahui penyebab robohnya plafon beton tersebut.

"Sampai dengan saat ini kami belum bisa apa-apa yang memicu apa yang terjadi. Dari aspek gambar semua sudah sesuai," ucapnya. ( Baca: Kronologis Ambruknya Tembok di Proyek Apartemen Pakubuwono Spring )
(whb)
Berita Terkait
Dua Tukang yang Tewas...
Dua Tukang yang Tewas di Rumah Tua di Benhil Murni Akibat Kecelakaan Kerja
Atap Bangunan Proyek...
Atap Bangunan Proyek Gedung Pertamuan Hotel Roboh dan Timpa 9 Pekerja
Tembok Lapas Sisa Bangunan...
Tembok Lapas Sisa Bangunan Belanda Dirobohkan, 1 Pekerja Luka Parah Tertimpa Reruntuhan
2 Pekerja Bangunan Tertimpa...
2 Pekerja Bangunan Tertimpa Tembok Runtuh saat Bongkar Rumah di Yogyakarta, 1 Tewas
Tembok Pembatas Proyek...
Tembok Pembatas Proyek Hotel Roboh, 4 Pekerja di Semarang Tewas
PDAM Tirta Asasta Tanggung...
PDAM Tirta Asasta Tanggung Pengobatan dan Perbaikan Rumah Korban Crane Roboh
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
18 menit yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
1 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
3 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
4 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved