Keraton Yogyakarta Ajak LAM Bintan Pertahankan Adat Budaya

Jum'at, 29 Desember 2017 - 08:04 WIB
Keraton Yogyakarta Ajak...
Keraton Yogyakarta Ajak LAM Bintan Pertahankan Adat Budaya
A A A
YOGYAKARTA - Keraton Yogyakarta biasa juga disebut Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengajak Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan mempertahankan, menjaga, dan mengembangkan adat serta budaya daerah, sebagai salah satu kekayaan budaya nasional, bahkan budaya dunia.

Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Waseso Winoto, Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridomardowo/Kepala Departemen Kesenian Keraton Yogyakarta mengatakan, adat budaya daerah baik budaya Keraton Yogyakarta yang merupakan budaya Jawa, dan budaya Melayu merupakan milik bersama.

"Menjaga adat budaya layaknya menjaga bumi tempat kita berpijak. Adat budaya merupakan anjuran kerukunan, di bumi mana pun ia berpijak," kata Waseso, di Keraton Yogyakarta, pada kunjungan muhibah LAM Bintan ke Keraton Yogyakarta, Kamis (28/12/2017).

Menurutnya, saat ini kebudayaan daerah sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia hampir punah dan ditinggalkan oleh generasi muda. Hampir semua lapisan masyarakat lupa keberadaan kebudayaan daerah. Hal itu disebabkan oleh pengaruh budaya asing yang mudah dipelajari masuk ke negara kita dan sangat jauh dari budaya ketimuran seperti budaya yang ada di Indonesia.

Budaya barat yang dianggap modern dan lebih mudah dipelajari telah melumpuhkan jiwa patriotisme dan nasionalis bangsa Indonesia, contoh cara berpakaian para muda-mudi sangat memprihatinkan dan jauh dari etika budaya ketimuran.

Mereka menganggap bahwa budaya kita sudah kuno dan kedaluwarsa sehingga mereka sangat memuja budaya barat yang sebenarnya sangat bertentangan dengan norma dan adat istiadat kita.

Setia Usaha/Sekretaris LAM Bintan Musaffa Abbas mengatakan, pihaknya menyambut baik ajakan mempertahankan adat budaya daerah yang saat ini mengalami ujian dengan derasnya arus informasi dan budaya asing.

"Keraton Yogyakarta merupakan salah satu pusat adat budaya Jawa, sedangkan Bintan merupakan salah satu pusat adat budaya Melayu. Upaya Keraton Yogyakarta dalam mempertahankan adat budaya daerah ini patut kita ambil pelajaran," kata Musaffa.

Generasi muda, katanya, harus menjadi fokus dan perhatian dalam menjaga, melestarikan, dan mempertahankan adat budaya di tengah modernisasi dan globalisasi yang masuk ke rumah warga melalui televisi, internet, dan media sosial.
(zik)
Berita Terkait
Keseriusan Pemerintah...
Keseriusan Pemerintah Jaga Cagar Budaya Dipertanyakan
Pandemi Covid-19, Keraton...
Pandemi Covid-19, Keraton Solo Tiadakan Tradisi Malam Selikuran
Makna Beragam Sekaten,...
Makna Beragam Sekaten, Salah Satunya Syahadatain
Kisah Sri Sultan Hamengkubuwono...
Kisah Sri Sultan Hamengkubuwono IX Mematikan Lampu ketika KH Ahmad Dahlan Bertamu
Kisah Pangeran Diponegoro...
Kisah Pangeran Diponegoro Marah Besar ke Sultan Muda Keraton Yogyakarta Akibat Hilangnya Tradisi Jawa
Tanah Sultan Ground...
Tanah Sultan Ground Tidak Dilepas untuk Jalan Tol, Keraton Yogyakarta Terbitkan Palilah
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
10 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
11 jam yang lalu
Infografis
7 Jamu Herbal Ditetapkan...
7 Jamu Herbal Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved