Kemiskinan di Jatim Terus Menyusut

Senin, 18 Desember 2017 - 11:05 WIB
Kemiskinan di Jatim...
Kemiskinan di Jatim Terus Menyusut
A A A
SURABAYA - Kementerian Sosial (Kemensos) berencana menaikkan jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur (Jatim) sebanyak 560.000 atau 52% tahun depan. Sehingga, penerima bantuan di Jatim menjadi 1,5 juta jiwa.

Saat ini di Jatim ada 1 juta penerima PKH. Jumlah PKH sebesar itu menghabiskan anggaran Rp6,41 triliun. Penambahan penerima PKH ini nantinya diikuti bertambahnya bantuan pangan.

Pemerintah menargetkan seluruh penerima PKH di Jatim akan menerima bantuan pangan. PKH dibentuk untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin.

Pencairan dana PKH dilakukan sebanyak empat kali dalam setahun yakni pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Total bantuan PKH per tahun adalah Rp1.890.000 untuk setiap penerima. “Sejauh ini kami belum dapat laporan dari dinas sosial Jatim terkait keberhasilan program PKH ini,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim.

Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf meyakini pendamping PKH diyakini mampu bertugas secara profesional dan proporsional. Di Jatim pendamping PKH mencapai 4.008 orang dan tersebar di 38 kabupaten/kota. Sedangkan keluarga penerima PKH telah mencapai 1 juta keluarga.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, jumlah penduduk miskin di provinsi ini pada periode Maret 2017 sebanyak 4,62 juta jiwa atau berkurang 1,86% dibanding Maret 2016 yang sebanyak 4,64 juta jiwa. Secara persentase penduduk miskin di Jatim sebesar 11,77% juga berkurang sebesar 0,08% dibanding tahun sebelumnya.

Persentase penduduk miskin di Jatim berada di posisi ketiga dibanding seluruh provinsi di Jawa, setelah Yogyakarta(13,02% dan Jawa Tengah 13,01%. Penurunan angka kemiskinan di Jatim tersebut terindikasi oleh cukup rendahnya inflasi umum pada periode September 2016 Maret 2017 sebesar 2,45%.

”Selain itu turunnya angka kemiskinan dipengaruhi penurunan harga beras, dari Rp9.363/kilogram di September 2016 menjadi Rp9.240/kilogram di Maret 2017,” kata Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono.
(rhs)
Berita Terkait
Ketua DPD Partai Golkar...
Ketua DPD Partai Golkar Soroti Tingkat Kemiskinan di Jawa Timur
Pilot Project Percepatan...
Pilot Project Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Timur Bertambah 25 Daerah
4,18 Juta Penduduk di...
4,18 Juta Penduduk di Jawa Timur dalam Kondisi Miskin
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Jumlah Penduduk Miskin...
Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Timur Lampaui Angka Kemiskinan Nasional
Ini Jurus Gus Menteri...
Ini Jurus Gus Menteri Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved