Ketua DPD Partai Golkar Soroti Tingkat Kemiskinan di Jawa Timur
Jum'at, 01 Januari 2021 - 00:45 WIB
loading...
Ketua Partai Golkar Jatim, Sarmuji (kiri) dalam sebuah acara talk show
A
A
A
SURABAYA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk miskin Indonesia per Maret 2020 sebanyak 26,42 juta jiwa atau sebesar 9,78% dari total jumlah penduduk. Sedangkan jumlah penduduk miskin di Jatim tercatat 4.419.100 jiwa atau 11,09% dari total jumlah penduduk.
“Dari berganti ganti Gubernur, angka kemiskinan Jawa Timur selalu tinggi. Dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) Pemprov Jawa Timur. Namun, IPM (Indek Pembangunan Manusia) cukup baik diatas 70%, ini luar biasa," kata Sarmuji, Kamis (31/12/2020).
(Baca juga: 8 Daerah di Jawa Timur Berstatus Zona Merah COVID-19 )
Data BPS juga mencatat, jumlah warga miskin di Jatim pada Maret 2020 tersebut bertambah 363.100 jiwa dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang tercatat sebesar 4.056.000 atau 10,20% dari total penduduk.
Di sisi lain,Sarmuji juga menyoroti kinerja perekonomian di Jatim yang terdampak pandemi COVID-19. Selama triwulan III 2020, ekonomi Jatim minus 3,75%. Angka itu masih lebih baik dibanding triwulan sebelumnya yang minus 5,90%. Secara kumulatif Januari – September 2020, ekonomi Jatim minus 2,29%.
“Dari berganti ganti Gubernur, angka kemiskinan Jawa Timur selalu tinggi. Dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) Pemprov Jawa Timur. Namun, IPM (Indek Pembangunan Manusia) cukup baik diatas 70%, ini luar biasa," kata Sarmuji, Kamis (31/12/2020).
(Baca juga: 8 Daerah di Jawa Timur Berstatus Zona Merah COVID-19 )
Data BPS juga mencatat, jumlah warga miskin di Jatim pada Maret 2020 tersebut bertambah 363.100 jiwa dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang tercatat sebesar 4.056.000 atau 10,20% dari total penduduk.
Di sisi lain,Sarmuji juga menyoroti kinerja perekonomian di Jatim yang terdampak pandemi COVID-19. Selama triwulan III 2020, ekonomi Jatim minus 3,75%. Angka itu masih lebih baik dibanding triwulan sebelumnya yang minus 5,90%. Secara kumulatif Januari – September 2020, ekonomi Jatim minus 2,29%.
Lihat Juga :