Ini Wilayah Tangsel yang Rawan Aksi Tawuran Antarkampung
Minggu, 17 Desember 2017 - 20:35 WIB
Ini Wilayah Tangsel yang Rawan Aksi Tawuran Antarkampung
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Tim Vipers Gabungan Satuan Reskrim Polresta Tangerang Selatan (Tangsel) mengamankan 83 remaja yang hendak tawuran di Stasiun Pondok Ranji, Ciputat Timur, Minggu (17/12/2017). Dari 83 remaja itu, 31 orang di antaranya membawa senjata tajam (sajam) berbagai jenis.
Dari hasil pemeriksaan, para remaja yang diamankan baru sekali ditangkap. Lima orang di antaranya diindikasi berada di bawah pengaruh minuman keras, karena dari mulutnya baru minuman beralkohol.
Kasat Reskrim Polresta Tangsel AKP Ahmad Alexander mengatakan, aksi tawuran remaja kerap dipicu pengaruh menuman keras. Terlebih beberapa wilayah di Tangsel memang rawan tawuran antarkampung. (Baca: Hendak Tawuran, Puluhan Remaja Ini Bawa Senjata Tajam Berbagai Jenis)
"Dari data kami, kawasan Ciputat, Pondok Aren, dan Pamulang memang daerah rawan tawuran. Rata-rata pemicunya ada sejarah pernah diserang dan minuman keras," ujar AKP Ahmad Alexander di Mapolresta Tangsel, Minggu (17/12/2017).
Sementara itu, Zainuri (19), salah seorang remaja yang diamankan, mengatakan, aksi itu mereka lakukan untuk mengantisipasi serangan dari sekelompok remaja yang sehari sebelumnya telah melakukan penyerangan.
"Saya pergi ke tongkrongan teman saya jam 2 pagi. Di situ saya nongkrong, karena katanya kampung saya mau diserang remaja lain. Sebelumnya tadi malam kampung saya diserang," ungkapnya.
Remaja yang masih duduk di bangku Kelas 3 SMK ini mengatakan sengaja mengirimkan SMS kepada teman-temannya agar membawa sajam lantaran kampungnya akan diserang.
"Saya ditangkap karena membawa golok sisir (gosir). Saya juga yang menyebarkan SMS lewat HP kepada teman-teman saya untuk kumpul membawa senjata di Stasiun Pondok Ranji," katanya.
Namun, sekitar pukul 03.30 WIB, saat sedang menunggu serangan itu, mereka yang telah siap dengan sajam tersebut malah diciduk Tim Vipers Gabungan dari Polresta Tangsel.
Kapolsek Ciputat Kompol Doni S membenarkan bahwa sebelumnya telah terjadi tawuran di wilayah hukumnya. Pihaknya juga beberapa kali melakukan upaya penggagalan aksi tawuran seperti itu.
"Tawuran remaja biasa terjadi pada malam Minggu dan malam Senin. Jam-jam rawan tawuran biasanya mulai pukul 01.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. Dalam satu bulan terakhir, tawuran terjadi sekali," pungkasnya.
Dari hasil pemeriksaan, para remaja yang diamankan baru sekali ditangkap. Lima orang di antaranya diindikasi berada di bawah pengaruh minuman keras, karena dari mulutnya baru minuman beralkohol.
Kasat Reskrim Polresta Tangsel AKP Ahmad Alexander mengatakan, aksi tawuran remaja kerap dipicu pengaruh menuman keras. Terlebih beberapa wilayah di Tangsel memang rawan tawuran antarkampung. (Baca: Hendak Tawuran, Puluhan Remaja Ini Bawa Senjata Tajam Berbagai Jenis)
"Dari data kami, kawasan Ciputat, Pondok Aren, dan Pamulang memang daerah rawan tawuran. Rata-rata pemicunya ada sejarah pernah diserang dan minuman keras," ujar AKP Ahmad Alexander di Mapolresta Tangsel, Minggu (17/12/2017).
Sementara itu, Zainuri (19), salah seorang remaja yang diamankan, mengatakan, aksi itu mereka lakukan untuk mengantisipasi serangan dari sekelompok remaja yang sehari sebelumnya telah melakukan penyerangan.
"Saya pergi ke tongkrongan teman saya jam 2 pagi. Di situ saya nongkrong, karena katanya kampung saya mau diserang remaja lain. Sebelumnya tadi malam kampung saya diserang," ungkapnya.
Remaja yang masih duduk di bangku Kelas 3 SMK ini mengatakan sengaja mengirimkan SMS kepada teman-temannya agar membawa sajam lantaran kampungnya akan diserang.
"Saya ditangkap karena membawa golok sisir (gosir). Saya juga yang menyebarkan SMS lewat HP kepada teman-teman saya untuk kumpul membawa senjata di Stasiun Pondok Ranji," katanya.
Namun, sekitar pukul 03.30 WIB, saat sedang menunggu serangan itu, mereka yang telah siap dengan sajam tersebut malah diciduk Tim Vipers Gabungan dari Polresta Tangsel.
Kapolsek Ciputat Kompol Doni S membenarkan bahwa sebelumnya telah terjadi tawuran di wilayah hukumnya. Pihaknya juga beberapa kali melakukan upaya penggagalan aksi tawuran seperti itu.
"Tawuran remaja biasa terjadi pada malam Minggu dan malam Senin. Jam-jam rawan tawuran biasanya mulai pukul 01.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. Dalam satu bulan terakhir, tawuran terjadi sekali," pungkasnya.
(thm)