Media Online Menjamur, PWI Khawatir Terkena UU ITE

Rabu, 06 Desember 2017 - 13:15 WIB
Media Online Menjamur,...
Media Online Menjamur, PWI Khawatir Terkena UU ITE
A A A
BANDUNG - Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Hendry Ch Bangun khawatir akan banyaknya media online di Indonesia yang terkena Undang-undang ITE dengan ancaman pidana. Kekhawatiran itu muncul seiring menjamurnya media online, namun belum tersertifikasi Dewan Pers.

Hendry Ch Bangun mengatakan, saat ini jumlah media online di Indonesia terus bermunculan. Kendati jumlahnya diperkirakan ribuan, namun yang terdaftar dan menjadi anggota Serikat Media Siber Indonesia (AMSI) mencapai 265.

Sayangnya, menjamurnya media online belum diikuti kesadaran pemilik media agar terdaftar di Dewan Pers. Akibatnya, saat ini jumlah media yang tersertifikasi masih sangat minim. Mayoritas media yang telah terdaftar adalah media besar.

"Media yang belum terdaftar di Dewan Pers kalau ada kasus atau masalah, dia tidak bisa dilindungi UU Pers seperti melakukan hak jawab. Media itu bisa terkena UU ITE dengan ancaman bisa dipidakan," kata Hendry pada Sosialisasi dan Simulasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Regata di Bandung, Rabu (6/12/2017).

Diakuinya, PWI menemukan ada beberapa kalangan yang akan memperkarakan media online dengan UU ITE. Kasus tersebut terjadi di Sumatera.

Selama 2016, lanjut dia, pihaknya menemukan pengaduan atas pemberitaan media siber (online) sebanyak 607 pengaduan. Tahun ini diperkirakan mencapai 800 pengaduan.

"Jumlahnya akan meningkat terus. Masalah utamanya adalah dalam membuat karya tidak sesuai kode etik jurnalistik. Sehingga dalam membuat berita sering melenceng," jelas dia.

Menurut dia, banyak manfaat yang bisa didapat pemilik dan pekerja media yang sudah terdaftar. Selain terlindungi UU Pers, media tersebut juga akan lebih mudah dalam melakukan kegiataan perusahaan seperti iklan. Termasuk mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan kejurnalistikan.

"Oleh karena itu penting sekali agar mereka mendaftar. Kami mendukung apa yang dilakukan Dewan Pers. Kami dukung semua upaya perbaikan, karena tujuannya baik agar bekerja secara profesional, bukan untuk membatasi," jelas dia.

Sementara itu, Ketua PWI Pokja Kota Bandung Hardiansyah mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan sertifikasi bagi wartawan di Kota Bandung agar mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW).

"Ke depan wartawan harus memenuhi standar kompetensi. Apalagi sudah ditetapkan Dewan Pers, bahwa UKW adalah keharusan. UKW ini penting, sebagai pegangan wartawan dalam bekerja," kata dia.
(rhs)
Berita Terkait
PSHK Beberkan Sejumlah...
PSHK Beberkan Sejumlah Ketentuan Hukum Penghambat Kerja Jurnalistik
UU ITE Lindungi Masyarakat...
UU ITE Lindungi Masyarakat dari Kejahatan Bisnis Online
Menkominfo Akan Mendukung...
Menkominfo Akan Mendukung Revisi Pasal Karet di UU ITE
Tak Masuk Prolegnas...
Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021, Pemerintah dan DPR Dinilai Tak Serius Revisi UU ITE
UNESCO Ajak PANDI Promosikan...
UNESCO Ajak PANDI Promosikan Digitalisasi Aksara Nusantara di Level Dunia
Wartawan di Bengkulu...
Wartawan di Bengkulu Dianiaya Oknum Kades Gegara Tanya Dana Desa
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved