Banjir di Pekalongan Makin Parah, Ribuan Pengungsi Kesulitan Makan
Jum'at, 01 Desember 2017 - 14:24 WIB
Banjir di Pekalongan Makin Parah, Ribuan Pengungsi Kesulitan Makan
A
A
A
PEKALONGAN - Kondisi banjir air pasang akibat jebolnya tangul pantai yang terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah , kondisinya semakin parah pada Jumat (1/12/2017) siang. Ribuan rumah terendam hingga satu meter bahkan lebih, sehingga tak bisa digunakan lagi untuk tempat tinggal .
Ribuan warga mengungsi di Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, rumah susun di Krapyak, dan sejumlah lokasi yang aman di dekat kampung. Kondisi pengungsian memprihatinkan dan bercampur antara laki-laki, perempuan, anak- anak, dan orang jompo . Warga terpaksa tidur berdesakan karena minimnya lokasi pengungsian.
Para pengungsi saat ini banyak yang kelaparan, karena pembagian makanan belum datang dan stok dari BPBD juga terbatas. Warga juga membutuhkan baju , alat mandi, selimut serta obat- obatan , serta susu dan diapers untuk anak serta bayi.
“Seluruh harta benda dan persediaan makanan hanyut terendam banjir . Baju basah semua, sejak semalam belum dapat makanan,“ ujar Warni, warga Panjang baru yang rumahnya terendam air setinggi satu meter.
Camat Pekalongan Utara, Yos Rosidi menyebutkan, kelurahan yang terendam banjir, adalah Kelurahan Krapyak, Panjang wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Bandengan, dan Padukuhan kraton. Jumlah pengungsi terus bertambah karena air semakin tinggi dan proses evakjuasi warga juga terus dilakukan.
“Sekarang kami sedang fokus penanganan pengungsi dan warga yang terdampak banjir. Dapur umum sudah didirikan dan makanan siap saji segera didistribusikan agar warga tidak kelaparan. Namun warga kekurangan selimut, obat-obatan, dan alas tidur,” jelas Yos Rosidi.
Perkiraan BMKG bencana banjir air pasang ini masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Diharapkan warga tidak panik, namun tetap waspada dan menjaga kesehatan serta keselamatan.
Selain Kota Pekalongan, banjir juga merendam daerah Kabupaten Pekalongan di Desa Karangjompo, Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo di Kecamatan Tirto. Sedangkan di Kecamatan Wonokerto desa yang terendam banjir, adalah Desa Api-api, Jambean, Tratebang, dan Wonokerto.
Ribuan warga mengungsi di Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, rumah susun di Krapyak, dan sejumlah lokasi yang aman di dekat kampung. Kondisi pengungsian memprihatinkan dan bercampur antara laki-laki, perempuan, anak- anak, dan orang jompo . Warga terpaksa tidur berdesakan karena minimnya lokasi pengungsian.
Para pengungsi saat ini banyak yang kelaparan, karena pembagian makanan belum datang dan stok dari BPBD juga terbatas. Warga juga membutuhkan baju , alat mandi, selimut serta obat- obatan , serta susu dan diapers untuk anak serta bayi.
“Seluruh harta benda dan persediaan makanan hanyut terendam banjir . Baju basah semua, sejak semalam belum dapat makanan,“ ujar Warni, warga Panjang baru yang rumahnya terendam air setinggi satu meter.
Camat Pekalongan Utara, Yos Rosidi menyebutkan, kelurahan yang terendam banjir, adalah Kelurahan Krapyak, Panjang wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Bandengan, dan Padukuhan kraton. Jumlah pengungsi terus bertambah karena air semakin tinggi dan proses evakjuasi warga juga terus dilakukan.
“Sekarang kami sedang fokus penanganan pengungsi dan warga yang terdampak banjir. Dapur umum sudah didirikan dan makanan siap saji segera didistribusikan agar warga tidak kelaparan. Namun warga kekurangan selimut, obat-obatan, dan alas tidur,” jelas Yos Rosidi.
Perkiraan BMKG bencana banjir air pasang ini masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Diharapkan warga tidak panik, namun tetap waspada dan menjaga kesehatan serta keselamatan.
Selain Kota Pekalongan, banjir juga merendam daerah Kabupaten Pekalongan di Desa Karangjompo, Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo di Kecamatan Tirto. Sedangkan di Kecamatan Wonokerto desa yang terendam banjir, adalah Desa Api-api, Jambean, Tratebang, dan Wonokerto.
(wib)