Pemkot Bekasi Tutup Tiga Sekolah Dasar Negeri

Selasa, 28 November 2017 - 20:27 WIB
Pemkot Bekasi Tutup...
Pemkot Bekasi Tutup Tiga Sekolah Dasar Negeri
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menutup tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di daerah itu. Ketiga sekolah yang ditutup yakni SDN Medan Satria VIII, SDN Pejuang IV, dan SDN Margahayu II di Bekasi Timur. Penutupan tiga SDN disebutkan bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Patriot.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman Irwandi, mengatakan, saat ini terdapat beberapa SDN yang jumlah siswanya di bawah 180 orang. Padahal dengan minimnya jumlah siswa, beban biaya operasional sekolah menjadi berat.

”Kalau sekolah siswanya sedikit atau di bawah jumlah rata-rata maka porsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang didapat juga akan sedikit,” ujarnya di Bekasi, Selasa (28/11/2017).

Oleh karena itu, Pemkot Bekasi memutuskan menghapus ketiga SDN dan menggabungkannya dengan sekolah lain. Dalam penggabungan sekolah ini, pihaknya tetap mempertimbangkan lokasi. ”Kami usahakan masih satu komplek. Kalau kejauhan, orang tua siswa juga pasti banyak yang tidak setuju dipindah,” katanya.

Adapun SDN Medan Satria VIII akan bergabung dengan SDN Medan Satria IV, SDN Pejuang IV bergabung ke SDN Pejuang II, dan SDN Margahayu II bergabung dengan SDN Margahayu V.

Krisman menjelaskan, selama ini pemberian dana BOS juga untuk membiayai guru bukan pegawai negeri sipil (PNS). Apabila jumlah siswa di satu sekolah tersebut di bawah jumlah batas minimum, maka akan mempengaruhi pembiayaan di luar beban honor guru bukan PNS.

Menurut dia, besaran dana BOS sangat dipengaruhi jumlah siswa di satu sekolah. Satu siswa mendapatkan dana BOS dari Pemkot Bekasi sebesar Rp28.000 per bulan. Sedangkan dari pemerintah pusat sebesar Rp800.000 per tahun. Dengan demikian, jika siswanya banyak maka porsi dana BOS juga sangat besar.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi mengatakan, tujuan utama penggabungan SDN ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sebab, apabila operasional siswa di sekolah ditopang dengan pembiayaan mumpuni, mutu siswa bisa terjamin.

”Kalau pembiayaan bisa sesuai dengan kebutuhan siswa, siswa tidak kekurangan dan dikelola dengan baik, maka mutu pendidikan siswa bisa kami tingkatkan,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, saat ini Kota Bekasi masih kekurangan jumlah tenaga guru. Jumlah guru satu sekolah baru terpenuhi sebanyak 16 orang, sementara idealnya 20 orang.
(thm)
Berita Terkait
Dana BOP 2019 Kota Bekasi...
Dana BOP 2019 Kota Bekasi Tak Terpakai Rp1,4 Miliar
Disdik Kota Bekasi Bangun...
Disdik Kota Bekasi Bangun Kemandirian Mulai Hulu hingga Hilir
Persiapan PPDB 2024,...
Persiapan PPDB 2024, Pemkot Bekasi Susun Regulasi hingga Jaringan
Miris! Ratusan Sekolah...
Miris! Ratusan Sekolah di Kota Bekasi Masih Kekurangan Meubeler
APBD Kota Bekasi 2023...
APBD Kota Bekasi 2023 Rp5,9 Triliun, Tri Adhianto: Kita Fokus 3 Hal
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Berita Terkini
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
5 jam yang lalu
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
5 jam yang lalu
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
5 jam yang lalu
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
5 jam yang lalu
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
6 jam yang lalu
Masyarakat Diimbau Jaga...
Masyarakat Diimbau Jaga Jarak Aman 3 Meter dari Jaringan dan Instalasi Listrik
7 jam yang lalu
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved