Kasus Keterangan Palsu Klaim SMAK Dago, Pengamat Ingin KY Tak Pasif

Selasa, 28 November 2017 - 18:49 WIB
Kasus Keterangan Palsu...
Kasus Keterangan Palsu Klaim SMAK Dago, Pengamat Ingin KY Tak Pasif
A A A
BANDUNG - Komisi Yudisial (KY) diminta bersikap tegas mengawasi dugaan kejanggalan kode etik Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat, yang menangani perkara sidang keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005.

Menurut pengamat hukum Universitas Tarumanegara Herry Firmansyah, KY sudah harus aktif mengawasi persidangan seperti perkara keterangan palsu.

Ia beranggapan, KY harus lebih meningkatkan fokus melaksanakan tugas pokoknya juga berani dalam mengawasi persidangan, seperti dalam perkara keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005. "Apalagi jika sudah ada laporan," kata Herry lewat keterangan tertulis, Selasa (28/11/2017).

Sebelumnya, dalam 14 kali sidang keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005, dua terdakwa Edward Soeryadjaya dan Maria Goretti diketahui Pattiwael selalu mangkir dengan dalih sakit.

Sidang kasus keterangan palsu Akta Notaris Nomor 3/18 November 2005 hanya kerap dihadiri satu orang terdakwa lain yaitu Gustav Pattipeilohy.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, dinyatakan bahwa terdakwa Edward Soeryadjaya dan Maria Goretti dapat dihadirkan ke persidangan dengan didampingi ahli medis. Bahkan, pihak rumah sakit dan Dokter independen yang ditunjuk PN Bandung telah menetapkan bahwa keduanya bukan sakit permanen.

Selain itu, belum lama ini Kejaksaan Agung (Kejagung) juga menetapkan serta menahan Edward Soeryadjaya akibat dugaan korupsi dana pensiun yang merugikan negara mencapai Rp 1,4 triliun.
(nag)
Berita Terkait
Akses Jalan Ditutup,...
Akses Jalan Ditutup, Warga RW 013 Desak CMNP Cari Solusi atau Hadapi Demonstrasi
Gegara Sengketa Lahan,...
Gegara Sengketa Lahan, Warga di Bone Sabit Tetangga Hingga Tewas
Sejumlah Warga Laporkan...
Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah ke Polisi
Korban Penipuan Tanah...
Korban Penipuan Tanah Bingung Tak Diberi Kabar Persidangan
Ganti Rugi Tanah Ulayat...
Ganti Rugi Tanah Ulayat untuk Pembangunan Bandara Siboru Belum Tuntas
Lahan Dicaplok Perusahaan,...
Lahan Dicaplok Perusahaan, Petani Desa Dayun Sambangi Istana Merdeka
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
50 menit yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
2 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
3 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
3 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
5 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
5 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved