Pemkab Bekasi Pasang Alat Deteksi Bencana Banjir dan Kekeringan

Senin, 20 November 2017 - 16:35 WIB
Pemkab Bekasi Pasang...
Pemkab Bekasi Pasang Alat Deteksi Bencana Banjir dan Kekeringan
A A A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memasang alat untuk antisipasi dini terjadinya bencana di wilayah tersebut. Sebab, sebagian wilayah Kabupaten Bekasi rawan diterjang bencana banjir apabila musim hujan tiba, dan kekeringan bila memasuki musim kemarau.

”Karena rawan bencana tersebut, kami pasang alat deteksi bencana banjir dan kekeringan,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Aspuri pada Senin (20/11/2017). Menurut Aspuri, alat itu dipasang diwilayah rawan terjadinya banjir dan kekeringan.

Rencananya alat deteksi ini akan dipasang secara bertahap. Tahun ini, baru lima wilayah yang dipasang alat deteksi tersebut. Di antaranya, di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah; Kecamatan Muara Gembong; Kecamatan Cikarang Utara tepatnya di Desa Karang Asih, Kecamatan Babelan.

Aspuri menjelaskan, alasan Ridogalih dipasang alat deteksi bencana ini lantaran wilayah ini rawan dengan tingkat kekeringan tinggi. Bila musim kemarau tiba, akan kesulitan air. Akibatnya, tumbuhan tak dapat hidup.”Setiap musim kemarau jadi langganan kekeringan,” katanya.

Untuk itu, kata dia, dengan adanya alat tersebut, maka masyarakat lebih diuntungkan. Soalnya, pemerintah daerah maupun pengusaha dapat segera menyalurkan bantuan. Sedangkan di Muara Gembong, setiap bulan bisa dua-tiga kali berturut-turut mengalami banjir.

Bahkan, diwilayah Utara Bekasi banjir itu bisa dengan ketinggian hingga 10 meter atupun lebih. Sebab, daerah pertemuan arus buangan dari bendungan Sungai Citarum dengan air laut.”Biasanya banjir paling parah terjadi di wilayah Utara Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Aspuri menambahkan, upaya ini sebagai bentuk antisipasi BPBD bekerja sama dengan seluruh elemen pemerintahan dengan menyiapkan pusat kesehatan masyarakat, peralatan tanggap bahaya, dan sebagainya. Selain itu, peralatan ini juga akan memudahkan dalam mengontrol ke daerah bencana.

Rencananya, lanjut dia, alat ini akan kembali dipasang pada tahun depan secara bertahap dengan kucuran dari APBD Kabupaten Bekasi 2018.”Kita tambah alat deteksi itu tahun depan, tahun ini baru lima saja yang kita pasang diwilayah rawan bencana,” tegasnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi sebanyak 11 kecamatan rawan bencana banjir. Di antaranya, Muara Gembong, Cabangbungin, Tarumajaya, Pebayuran, Cibitung, Tambun Utara, Tambun Selatan, Kedungwaringin dan Cikarang Timur.

Kemudian Kecamatan Cikarang Utara dan Babelan. Sedangkan, untuk rawan kekeringan saat kemarau terjadi diwilayah Kecamatan Cibarusah dan Cikarang Selatan. Selain itu, wilayah rawan longsor itu berada di Kecamatan Cikarang Pusat, Serang Baru, Setu, dan Bojongmangu.

Anggota Komisi IV, DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengatakan, alat itu berfungsi untuk deteksi secara dini bila banjir tiba maupun kekeringan yang terkoneksi langsung ke pemerintah daerah.”Jadi, kalau ada banjir tiba sudah ada pemberitahuan dahulu dari alat tersebut,” katanya.

Meski ada alat itu, Nyumarno meminta pemerintah untuk sigap ketika alat pedeteksi dini bencana itu memberi sinyal. Selain itu, rencananya ditahun 2018 pengadaan alat untuk deteksi bencana akan kembali dianggarkan.”Masih dalam pembahasan badan anggaran, kita belum tahu anggarannya,” ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Inspektorat Bekasi Klaim...
Inspektorat Bekasi Klaim Selamatkan Uang APBD 2019 Senilai Rp1,5 Miliar
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Berita Terkini
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
47 menit yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
56 menit yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
1 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
2 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
4 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved