Bung Tomo dan Kisah Kolam Kanuragan Mbah Kiai Pucung di Blitar

Senin, 13 November 2017 - 05:00 WIB
Bung Tomo dan Kisah...
Bung Tomo dan Kisah Kolam Kanuragan Mbah Kiai Pucung di Blitar
A A A
Peringatan Hari Pahlawan tidak bisa dipisahkan dari Bung Tomo, sang motivator bagi para pejuang 10 November 1945 di Kota Surabaya. Karena Bung Tomo merupakan tokoh kunci perlawanan arek-arek Surabaya dalam upaya mengusir tentara Inggris yang didompleng NICA (Belanda) dalam pertempuran 10 November 1945.
Bung Tomo dan Kisah Kolam Kanuragan Mbah Kiai Pucung di Blitar

Kolam tempat para pejuang direndam oleh Mbah Kiai Pucung

Dimana karena pidato heroik Bung Tomo sesaat sebelum pertempuran, membuat arek-arek Surabaya memilih rela mengorbankan jiwa dan raga mengabaikan ultimatum pimpinan tentara Inggris, Mayor Jenderal Mansergh (pengganti Brigadir Jenderal AWS Mallaby yang tewas) untuk menyerah.

Namun tidak banyak yang tahu jika Bung Tomo pernah digembleng ilmu kanuragan di kediaman Kiai Haji Manshur, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Blitar, Jawa Timur.

Bahkan Pahlawan Nasional itu dan pasukannya juga sempat membuat bambu runcing di tempat tersebut yang kemudian digunakan untuk berjuang melawan penjajah Jepang.

Di kediaman KH Manshur inilah terdapat kolam tempat pengemblengan Bung Tomo bersama pasukannya sebelum bertempur pada 10 November 1945.

Di kolam sepanjang 2,5 meter dengan lebar 1 meter di kediaman Kiai Haji Manshur inilah tempat merendam bambu runcing sebelum digunakan oleh Bung Tomo dan para arek-arek Surabaya dalam pertempuran 10 November 1945.

Lalu setelah selesai direndam bambu runcing-bambu runcing ini diberikan doa dan nama sesuai pemiliknya oleh Kiai Haji Manshur atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Kiai Pucung.

Konon salah satu keampuhannya jika bambu runcing ditancapkan tanah maka tidak terlihat oleh musuh. Untuk mengetes keampuhan bambu runcing biasanya dilakukan dengan cara mengarahkan bambu runcing ke arah cicak. Jika cicak jatuh maka bambu runcing tersebut berhasil didoakan.

Tidak hanya kolam bambu runcing di bawah kolam tersebut juga terdapat kolam yang digunakan untuk mensucikan para pejuang sebelum berangkat ke Surabaya. Konon di kolam ini para pejuang termasuk Bung Tomo didoakan oleh Kiai Haji Manshur ulama kharismatik yang terkenal dengan ilmu kanuragan dan tersohor kesaktiannya ini. Ditempat inilah Bung Tomo dan para pejuang arek-arek Surabaya juga digembleng ilmu tauhid keagamaan.

Zainuri salah satu santri Kiai Haji Manshur mengatakan, bahwa pada saat itu banyak pejuang dan warga sekitar yang meminta doa pada Kiai Haji Manshur sebelum berangkat ke medan perang pada 10 November 1945. Mereka terdiri dari pejuang Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan pejuang Hisbullah.

"Mereka berjajar dan berbaris untuk disuwuk atau diijazahi oleh Kiai Manshur terlebih dahulu. Mereka meyakini setelah didoakan oleh Mbah Kiai Pucung akan kebal dan dengan doa-doa itulah yang membuat para arek-arek Surabaya merasa yakin dan bersemangat bertempur walau memakai alat seadanya melawan pasukan Inggris yang dibonceng NICA dengan peralatan canggih," ujar pria yang sudah sepuh ini karena usianya mencapai 84 tahun, pada Kamis 9 November 2017 lalu.

Kiai Haji Manshur wafat pada 1964 dan dimakamkan sekitar 300 meter dari rumahnya. Kiai kharismatik ini wafat pada usia 84 tahun dan merupakan sahabat karib Kiai Haji M Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama.
Bung Tomo dan Kisah Kolam Kanuragan Mbah Kiai Pucung di Blitar

Namun kini usai Kiai Haji Manshur wafat pada 1964 lalu kedua kolam inipun tidak ada yang mengurus. Bahkan musala tempat menempa ilmu agama juga nampak tidak terurus.

Sumber:
- wikipedia dan diolah dari berbagai sumber
(sms)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
38 menit yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
43 menit yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
49 menit yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
1 jam yang lalu
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
2 jam yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved