Buwas: Kita Harus Bikin Taman Makam untuk Bandar Narkoba

Jum'at, 10 November 2017 - 21:05 WIB
Buwas: Kita Harus Bikin...
Buwas: Kita Harus Bikin Taman Makam untuk Bandar Narkoba
A A A
BANDUNG - Setelah melontarkan gagasan unik dan kontroversial tentang ruang tahanan bandar narkoba dijaga buaya ganas, kali ini Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso kembali membuat pernyataan mengejutkan. Buwas, sapaan akrab polisi berpangkat bintang tiga ini, menggagas makam khusus untuk bandar narkoba.

Gagasan itu diungkapkan Buwas saat melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (10/11/2017). Gagasan membuat makam khusus itu merupakan ekspresi dan wujud kegeraman Buwas terhadap para bandar narkoba karena menyasar korban yang tak mengenal batasan usia dan profesi.

"Kita harus sudah bikin taman makam untuk bandar (narkoba). Enggak usah pakai nama. Saya kira gini, ke depan, harus lebih tegas dalam penegakan hukum. Kita harus revisi undang-undangnya. Kita lihat kepentingan dan apa yang bisa membuat jera," kata Buwas.

Buwas menilai, saat ini peredaran narkoba di Indonesia sangat memprihatinkan. Para pengedar narkoba merupakan pelaku kejahatan luar biasa. Mereka membunuh secara perlahan generasi penerus bangsa.

"Kebetulan hari ini Hari Pahlawan. Dulu pahlawan merebut kemerdekaan dari penjajah. Nah sekarang dirusak oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menghancurkan bangsa dan negara ini. Jadi harus kita lawan bersama-sama sesuai perintah bapak Presiden kita (Joko Widodo)," ujar mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) itu.

Buwas menuturkan, sebagai Kepala BNN, dia telah menginstruksikan anak buahnya untuk melakukan tindakan tegas berupa tindakan tembak di tempat terhadap para bandar dan pengedar narkoba. Sebab, menurut Buwas, bandar dan pengedar narkoba merupakan pelaku kejahatan luar biasa.

"Untuk saya, dalam hal menghadapi jaringan atau bandar narkoba, tindakan tembak di tempat, itu biasa. Enggak usah ragu. Jadi jangan dilihat wujudnya manusia tapi perasaan dan hatinya bukan manusia," pungkasnya.
(wib)
Berita Terkait
HUT BNN RI: 20 Tahun...
HUT BNN RI: 20 Tahun Mengabdi Menuju Indonesia Bersinar
Jaringan Narkoba Manfaatkan...
Jaringan Narkoba Manfaatkan Musibah Covid 19
BNN Deteksi 91 dari...
BNN Deteksi 91 dari 1.150 Jenis Narkotika di Dunia Masuk Indonesia
Perang Lawan Narkoba,...
Perang Lawan Narkoba, BNN Aceh Libatkan Pengamen
Sindikat Siasati Pengedaran...
Sindikat Siasati Pengedaran Narkoba Lewat Boneka Beruang
BNN Sikat Preman Berkedok...
BNN Sikat Preman Berkedok Ormas di Bali yang Diduga Edarkan Narkoba
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
2 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
4 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
5 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
6 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
6 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved