Penerapan e-Government di Banyuwangi Menjadi Rujukan

Kamis, 02 November 2017 - 04:58 WIB
Penerapan e-Government...
Penerapan e-Government di Banyuwangi Menjadi Rujukan
A A A
JAKARTA - Penerapan e-Government, atau tata kelola pemerintahan berbasis Teknologi Informasi sukses diterapkan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Banyuwangi. Hal tersebut menjadikan Kabupaten yang dipimpin Bupati Abdullah Azwar Anas sebagai rujukan daerah lain di Indonesia.

Terbaru di awal Oktober 2017, Kabupaten Bandung Barat mengirim para pejabatnya ke Banyuwangi. Mereka merupakan pimpinan dan administrator program di 30 SKPD. Khusus untuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pejabat yang mengikuti studi banding berjumlah lebih banyak.

Kenapa ke Banyuwangi? Karena Banyuwangi ialah salah satu kabupaten yang terbaik dalam urusan e-Government. Ini juga hasil arahan dari pemerintah pusat. Pemkab Banyuwangi sukses mendapatkan Nilai A dalam urusan tata kelola pemerintahan berbasis IT.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Dodi Faedlulloh beranggapan segala perubahan di dunia ini adalah sebuah keniscayaan.

"Termasuk pelayanan publik. Di era teknologi dan informasi yang terus berkembang, birokrasi jangan sampai gagap dengan jaman," cetusnya saat dihubungi, Rabu (1/11/2017).

Smart City, dikatakan Dodi, hanya bisa dilakukan oleh smart bureaucracy. Banyuwangi saat ini sudah melaksanakan beragam inovasi pemerintahan yang berbasis e-government.

"Ada e-office, e-budgeting, e-village, e-education sampai e-audit. Tentu langkah ini bisa jadi role model bagi pemerintahan daerah lainnya. Kebaikan itu kekuatannya harus dilipatgandakan," harapnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Bandung Barat sebagai salah satu daerah yang ingin belajar kepada Banyuwangi akan menerapkan beberapa aplikasi e-Government yang diimplementasikan di Pemkab Banyuwangi. Studi banding ke Banyuwangi juga akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama.

Sejumlah tenaga ahli teknologi informasi dari Pemkab Banyuwangi bahkan bakal diperbantukan untuk sementara waktu di Pemkab Bandung Barat.Beberapa aplikasi dari sistem ini juga ditiru di beberapa daerah lain di Indonesia. Yang jadi rujukan utama daerah lain adalah penghematan anggaran penerapan aplikasi dan program IT.

Di Banyuwangi anggaran untuk membangun e-Government ini terhitung paling murah. Tidak lebih dari Rp 8 miliar. Dalam penyelenggaraannya, e-Government tersebut juga tidak terlalu banyak menggunakan jasa pihak ketiga.
(nag)
Berita Terkait
Webinar Bulan Bung Karno,...
Webinar Bulan Bung Karno, Bupati Banyuwangi Cerita Peran Budaya Lokal
Banyuwangi Role Model...
Banyuwangi Role Model Memaksimalkan Kelemahan Jadi Keuntungan
2 Pekerja Perkebunan...
2 Pekerja Perkebunan di Banyuwangi Diserang OTK, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
14 Kantor Pemerintahan...
14 Kantor Pemerintahan di Banyuwangi Jadi Klaster Baru COVID-19
Banyuwangi Bikin Kalender...
Banyuwangi Bikin Kalender Wisata Berkonsep Hybrid Pertama di Indonesia
Sandiaga Uno Puji Event...
Sandiaga Uno Puji Event Banyuwangi Festival 2021 Berkonsep Hybrid
Berita Terkini
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
9 menit yang lalu
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
2 jam yang lalu
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
2 jam yang lalu
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
11 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
12 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved