10 Ribu Unit Rumah MBR yang Digagas Jokowi di Bekasi Dialiri Listrik
Rabu, 01 November 2017 - 08:10 WIB
10 Ribu Unit Rumah MBR yang Digagas Jokowi di Bekasi Dialiri Listrik
A
A
A
BEKASI - Sebanyak 10.000 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokwi) di Kecamatan Sukatani dan Lemahabang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi mulai teraliri listrik kemarin.
”Kami telah memasang instalasi listrik baru hampir 8.000 unit di perumahan setempat sejak beberapa pekan lalu,” ujar Manager PT PLN (Persero) Area Bekasi Reny Wahyu Setiawan. Menurutnya, PLN akan kembali memasang sebanyak 2.500 sambungan listrik baru.
Pemasangan listrik baru akan dilakukan bila unit rumah sudah selesai dibangun. Setelah itu di unit rumah juga terpasangi instalasi dan pemilik telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Lembaga Inspeksi Tegangan Rendah yang ditunjuk PLN.
Selain itu, PLN memasang 7.200 sambungan listrik baru di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Jumlah ini hampir setara dengan jumlah pemasangan listrik bulanan yang dilakukan PLN mencapai 10.000 sambungan. Sehingga, jumlah 7.200 pemasangan listrik berkaitan peringatan Hari Listrik Nasional.
Dari 7.200 sambungan baru itu, lanjut dia, sebanyak 500 di antaranya tidak dipungut biaya karena terdaftar sebagai masyarakat tidak mampu. Hal ini dibuktikan dalam daftar Penanggulangan Kemisikinan Kabupaten/Kota (TP2K) setempat, sehingga mereka mendapat pemasangan listrik gratis berdaya 450 VA.
Reny menambahkan, PLN mengejar pemasangan listrik baru sebanyak 29.000 sambungan di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Sebab sampai akhir Oktober 2017, PLN baru memasang 83.000 sambungan listrik baru dari target yang dipatok mencapai 112.000 sambungan.
Reny optimistis target tersebut akan terkejar. Berdasarkan data PLN Bekasi, sudah ada 300 pengembang perumahan yang sudah mengajukan permohonan pemasangan listrik baru.”Ada 300 perumahan dengan potensi penyambungan sebanyak 23.800 rumah. Akhir tahun semua target terselesaikan,” ungkapnya.
Menurut dia, banyaknya perumahan baru juga memberikan angin segar bagi PLN untuk memasang listrik baru. Dia mencatat, sudah ada 1.543.000 sambungan yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bekasi. Bahkan, jumlah ini adalah angka terbesar di wilayah Indonesia.
Selain itu, PLN Area Bekasi memiliki cadangan daya sekitar 400 mega watt.”Beban puncak listrik Bekasi mencapai 1.200 mega watt setiap harinya, jumlah pelanggan mencapai 1.543.000 sambungan,” jelasnya.
Juru Bicara PLN Area Bekasi, Harwito menambahkan, biaya pemasangan instalasi listrik mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 27 tahun 2017, tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PLN.
Dengan demikian, kata dia, acuan tarifnya sangat jelas. Berbeda halnya bila masyarakat menggunakan jasa calo dalam proses pemasangan instalasi baru.”Ada resiko bila masyarakat menggunakan jasa calo. harga yang ditawarkan lebih mahal dari tarif normal, dan tidak resmi,” ucapnya.
”Kami telah memasang instalasi listrik baru hampir 8.000 unit di perumahan setempat sejak beberapa pekan lalu,” ujar Manager PT PLN (Persero) Area Bekasi Reny Wahyu Setiawan. Menurutnya, PLN akan kembali memasang sebanyak 2.500 sambungan listrik baru.
Pemasangan listrik baru akan dilakukan bila unit rumah sudah selesai dibangun. Setelah itu di unit rumah juga terpasangi instalasi dan pemilik telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Lembaga Inspeksi Tegangan Rendah yang ditunjuk PLN.
Selain itu, PLN memasang 7.200 sambungan listrik baru di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Jumlah ini hampir setara dengan jumlah pemasangan listrik bulanan yang dilakukan PLN mencapai 10.000 sambungan. Sehingga, jumlah 7.200 pemasangan listrik berkaitan peringatan Hari Listrik Nasional.
Dari 7.200 sambungan baru itu, lanjut dia, sebanyak 500 di antaranya tidak dipungut biaya karena terdaftar sebagai masyarakat tidak mampu. Hal ini dibuktikan dalam daftar Penanggulangan Kemisikinan Kabupaten/Kota (TP2K) setempat, sehingga mereka mendapat pemasangan listrik gratis berdaya 450 VA.
Reny menambahkan, PLN mengejar pemasangan listrik baru sebanyak 29.000 sambungan di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Sebab sampai akhir Oktober 2017, PLN baru memasang 83.000 sambungan listrik baru dari target yang dipatok mencapai 112.000 sambungan.
Reny optimistis target tersebut akan terkejar. Berdasarkan data PLN Bekasi, sudah ada 300 pengembang perumahan yang sudah mengajukan permohonan pemasangan listrik baru.”Ada 300 perumahan dengan potensi penyambungan sebanyak 23.800 rumah. Akhir tahun semua target terselesaikan,” ungkapnya.
Menurut dia, banyaknya perumahan baru juga memberikan angin segar bagi PLN untuk memasang listrik baru. Dia mencatat, sudah ada 1.543.000 sambungan yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bekasi. Bahkan, jumlah ini adalah angka terbesar di wilayah Indonesia.
Selain itu, PLN Area Bekasi memiliki cadangan daya sekitar 400 mega watt.”Beban puncak listrik Bekasi mencapai 1.200 mega watt setiap harinya, jumlah pelanggan mencapai 1.543.000 sambungan,” jelasnya.
Juru Bicara PLN Area Bekasi, Harwito menambahkan, biaya pemasangan instalasi listrik mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 27 tahun 2017, tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PLN.
Dengan demikian, kata dia, acuan tarifnya sangat jelas. Berbeda halnya bila masyarakat menggunakan jasa calo dalam proses pemasangan instalasi baru.”Ada resiko bila masyarakat menggunakan jasa calo. harga yang ditawarkan lebih mahal dari tarif normal, dan tidak resmi,” ucapnya.
(whb)