Sejarawan: Proyek Reklamasi Lanjut, Kota Tua Bakal Punah

Jum'at, 27 Oktober 2017 - 06:31 WIB
Sejarawan: Proyek Reklamasi...
Sejarawan: Proyek Reklamasi Lanjut, Kota Tua Bakal Punah
A A A
JAKARTA - Proyek reklamasi Teluk Jakarta masih terus menuai protes dari kalangan masyarakat Jakarta. Selain dianggap merugikan masyarakat Betawi dan kebudayaannya, proyek reklamsi juga dapat mengancam keberadaan Kota Tua di Jakarta Barat. ‎

Sejarawan JJ Rizal mengatakan, proyek reklamasi bakal berdampak dan bertentangan dengan upaya besar Pemerintah Provinsi Jakarta untuk menyelamatkan Kota Tua. Penulis dan pendiri penerbitan Komunitas Bambu ini menjelaskan, sejak tahun 1930, ketika itu Batavia merayakan ulang tahun ke 300, dimulai pencanangan penyelamatan Kota Tua Jakarta. Namun usaha tersebut masih buntu sehingga kegagalan terus terjadi.

"Gagal terus, baru waktu datang bang Ali Sadikin (Gubernur DKI Jakarta tahun 1966) berhasil, cuma diresmikan jadi museum," ujar JJ Rizal di Gedung Bundar Widya Graha LIPI, Jalan Gatot Soebroto 10, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017).

Rizal mengutip hasil riset dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menyatakan bahwa jika pulau reklamasi diteruskan bakal terjadi perubahan arus. Dengan demikian, pulau-pulau yang merupakan bagian dari wilayah Kota Tua Jakarta dan warisan sejarah, tidak bakal terselamatkan.

Rizal menyebutkan, Batavia tua tidak akan bangkit jika tidak ada Pulau Onrust, yakni salah satu pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Pulau Onrust dan Kota Tua Jakarta merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dalam warisan sejarah.

"Jadi bagaimana ngomongin Kota Tua Batavia tanpa Pulau Onrust. Itu sama saja pakai baju tapi tidak pakai celana. Itu baru aspek dari warisan kompeni," tegasnya.

Ia menambahkan, reklamasi telah mengancam kehidupan sosial para nelayan yang dinilai sebagai awal peradaban kebudayaan. Bahkan, hingga abad ke-19 akhir masih sempat keluar sebuah novel yang ditulis oleh warga Betawi asli bernama Muhammad Bakir. Ia menulis syair berjudul "Hikayat Nahkoda Asyik".

"Ceritanya, kalau mau jadi orang beres, bertualang ke laut, lautlah sumber peradaban. Pesisir menjadi pusat peradaban betawi," tutupnya.
(thm)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
18 menit yang lalu
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
24 menit yang lalu
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
41 menit yang lalu
Grand Opening Mitra10...
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
48 menit yang lalu
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
1 jam yang lalu
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
1 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved