UKM Rugi, Sandiaga Uno Tinjau Ulang Sistem Lelang Konsolidasi
Rabu, 25 Oktober 2017 - 01:16 WIB
UKM Rugi, Sandiaga Uno Tinjau Ulang Sistem Lelang Konsolidasi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno akan meninjau ulang sistem lelang konsolidasi. Karena, menurut orang nomor 2 di DKI Jakarta ini, sistem yang digagas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat itu membuat sejumlah pengusaha kecil merugi.
"Lelang ini tidak efektif. Perusahaan besar yang dapat, kemudian pengerjaanya diberikan kepada perusahaan kecil," kata Sandiaga Uno usai melakukan rapat Asian Games di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 24 Oktober 2017.
Dengan dihapuskannya sistem lelang konsolidasi itu, kata pria yang biasa disapa Sandi ini, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan mampu mengikuti lelang. Sehingga akan menimbulkan sistem ekonomi yang baik karena industri UKM akan tumbuh.
"Kami sedang meriview bagaimana aturan lelang konsolidasi bisa berpihak ke UKM," ujar Sandi.
Meski demikian, Sandi mengatakan, lelang konsolidasi itu akan memperluas terjadinya praktik kongkalikong. Maka itu, dia akan memantau langsung proses lelang agar lebih baik.
"Gampang itu mengatasinya. Bisa menggunakan perangkat digital dan peninjauan-peninjauan ke lapangan," kata Sandi.
Sekadar diketahui, beberapa proyek di Jakarta yang menggunakan sistem lelang konsolidasi antara lain pembangunan 100 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), rehab total 18 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan rehab total 119 sekolah.
"Lelang ini tidak efektif. Perusahaan besar yang dapat, kemudian pengerjaanya diberikan kepada perusahaan kecil," kata Sandiaga Uno usai melakukan rapat Asian Games di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 24 Oktober 2017.
Dengan dihapuskannya sistem lelang konsolidasi itu, kata pria yang biasa disapa Sandi ini, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan mampu mengikuti lelang. Sehingga akan menimbulkan sistem ekonomi yang baik karena industri UKM akan tumbuh.
"Kami sedang meriview bagaimana aturan lelang konsolidasi bisa berpihak ke UKM," ujar Sandi.
Meski demikian, Sandi mengatakan, lelang konsolidasi itu akan memperluas terjadinya praktik kongkalikong. Maka itu, dia akan memantau langsung proses lelang agar lebih baik.
"Gampang itu mengatasinya. Bisa menggunakan perangkat digital dan peninjauan-peninjauan ke lapangan," kata Sandi.
Sekadar diketahui, beberapa proyek di Jakarta yang menggunakan sistem lelang konsolidasi antara lain pembangunan 100 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), rehab total 18 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan rehab total 119 sekolah.
(mhd)