DPR Sarankan Pemerintah Pusat-DKI Duduk Bareng Bahas Reklamasi

Selasa, 24 Oktober 2017 - 08:02 WIB
DPR Sarankan Pemerintah...
DPR Sarankan Pemerintah Pusat-DKI Duduk Bareng Bahas Reklamasi
A A A
JAKARTA - DPR menyarankan pemerintah pusat melakukan pertemuan informal dengan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno terkait dengan sejumlah kebijakan yang bersinggungan seperti reklamasi Teluk Jakarta.

Wakil Ketua DPR koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekeu) Taufik Kurniawan mengatakan, pemerintah pusat perlu melakukan pertemuan informal atau rapat konsultasi dengan Gubernur dan Wagub DKI yang baru terkait dengan sejumlah kebijakan yang bersinggungan seperti reklamasi Teluk Jakarta. "Jangan sampai semuanya malah menyampaikan wacana-wacana di media karena terus menimbulkan situasi yang panas," kata Taufik di Gedung DPR pada Senin, 23 Oktober 2017 kemarin.

Menurut Taufik, baik pemerintah pusat maupun Pemprov DKI perlu mencari jalan terbaik mengenai proyek reklamasi ini, mulai dari meneliti payung hukumnya hingga dokumen-dokumen dan prasyarat untuk dilakukannya reklamasi. Hal ini perlu dilakukan bersama agar tidak timbul kecurigaan di masyarakat atau kedua belah pihak.

"Itu yang bisa kita usulkan karena kalau hal-hal lain katakanlah menyangkut janji-janji politik atau menyangkut yang lain nanti kalau sudah saling menagih janji politik kan repot lagi," ucapnya. Politikus PAN ini khawatir, kalau sudah muncul kondisi saling menagih janji tentu kondisi politik menjadi tidak kondusif bahkan memanas.

Untuk itu, Taufik mengusulkan secepat mungkin segera dilakukan pertemuan atau mediasi baik formal maupun informal. Pemprov DKI tentunya mengharapkan jika kewenangannya terkait reklamasi ini diambil alih pusat itu dilakukan sebagaimana mekanisme yang berlaku.

"Lakukan dulu koordinasi antar lintas sektoral termasuk dengan Pemprov DKI," usulnya. Taufik menuturkan, reklamasi itu hanya akan menimbulkan kecemburuan status sosial dan jika tidak dijelaskan pemerintah mengenai manfaat dari reklamasi itu maka akan terus ada pertengangan. Karena, semua pihak harus dilindungi dan mendapatkan keadilan baik itu masyarakat maupun pengusaha.

"Jangan sampai itu kan sudah terlanjut dibangun. Tapi saya tidak bela siapapun tolong secara arif diperhatikan satu payung hukumnya dulu, kedua terkait landasan konstitusional," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Rusunawa di Pulau Reklamasi Pantai Kita
Fraksi PDIP DKI Respons...
Fraksi PDIP DKI Respons Positif Reklamasi Pulau G Diarahkan Jadi Lahan Permukiman
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Pastikan Pembangunan Pulau Reklamasi Telah Dihentikan
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
Disambangi Nelayan Muara...
Disambangi Nelayan Muara Angke, Anies Diminta Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
6 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
6 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
7 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
7 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
10 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved