Khawatir Ricuh, Formaju Batal Aksi Tutup Hotel Alexis

Kamis, 19 Oktober 2017 - 11:38 WIB
Khawatir Ricuh, Formaju...
Khawatir Ricuh, Formaju Batal Aksi Tutup Hotel Alexis
A A A
JAKARTA - Forum Masyarakat Jakarta Utara (Formaju) sebagai inisiator aksi demo tutup Hotel Alexis menunda demonstrasi yang direncanakan digelar hari ini. Penundaan tersebut lantaran dikhawatirkan bakal mendapat hadangan dari preman.

"Tidak jadi (aksi). Jadi untuk menjaga keamanan seluruh pihak karena ada ancaman dan takut terjadi kericuhan yang besar," ujar Ketua Formaju Muhammad Yusuf saat dihubungi wartawan, Kamis (19/10/2017).

Menurut Yusuf, awalnya sudah ada 60 ormas dengan seribu massa yang mengonfirmasi kehadirannya. Namun, mengingat besarnya ancaman dan tanggung jawab keselamatan massa, pihaknya memutuskan untuk menunda aksi.

"Yang dihadapin itu preman-preman Alexis. Menurut informasi mereka sudah banyak sekali," tuturnya.

Dia menerangkan, sebelumnya Minggu 15 Oktober 2017, mereka menggelar aksi di depan Hotel Alexis, Jakarta Utara. Massa berjumlah 30 orang dibubarkan oleh petugas keamanan Alexis dengan langkah yang anarkis.

"Tiga orang kemarin luka. Sudah divisum, tapi tidak dilanjutkan karena mereka sudah ikhlas," jelasnya.

Yusuf menambahkan, aspirasi massa sudah didengarkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan orang terdekat Anies terkait pemenuhan janjinya untuk menutup Alexis.

"Alhamdulillah, Minggu setelah kejadian, tanggapannya dia (Anies) akan berusaha menunaikan janjinya," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Jaga Kondusivitas Salatiga,...
Jaga Kondusivitas Salatiga, Wali Kota Ajak Masyarakat Tolak Unjuk Rasa Anarkis
Besok Buruh di Jabar...
Besok Buruh di Jabar Bakal Gelar Aksi unjuk Rasa, Ini Tuntutannya
Diduga Provokator, Polisi...
Diduga Provokator, Polisi Tangkap 8 Pemuda Peserta Demo
Polisi dan Mahasiswa...
Polisi dan Mahasiswa Bentrok di Bangladesh, Enam Orang Tewas!
Demonstran Prancis Bentrok...
Demonstran Prancis Bentrok dengan Aparat Keamanan, 150 Polisi Terluka
Senjata Sonik Ilegal...
Senjata Sonik Ilegal Digunakan untuk Membubarkan 300.000 Demonstran di Serbia
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
5 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
5 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
7 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
7 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
7 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
8 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved