Proyek Mangkrak, Pembeli Apartemen di Tangerang Tekor Miliaran

Selasa, 10 Oktober 2017 - 02:26 WIB
Proyek Mangkrak, Pembeli...
Proyek Mangkrak, Pembeli Apartemen di Tangerang Tekor Miliaran
A A A
TANGERANG SELATAN - Ratusan pembeli dan pemesan condotel dan apartemen Grand Eschol Residence milik PT Mahakarya Agung Putera di Jalan Kelapa Dua, Karawaci, Tangerang, merasa ditipu. Condotel dan apartemen yang mereka beli secara cash dan cicil sejak 2014 senilai Rp500 juta hingga kini tidak jelas nasibnya. Bahkan pembangunan gedung apartemen saat ini mangkrak.

Salah seorang pembeli unit apartemen lantai 25 No 18 dan 19, John Chandra, mengaku membeli unit apartemen itu secara cash pada 2014 dengan nilai Rp500 juta per unit. "Saya beli cash tahun 2014 untuk dua unit. Waktu itu harganya dik isaran Rp500 jutaan. Saya sudah keluar Rp1 miliar lebih," kata John Chandra, Senin (9/10/2017).

Menurut John, sejak Maret 2016 pembangunan condotel dan apartemen yang direncanakan sampai 36 lantai itu terhenti, hanya sampai lantai 11. "Kami datangi di bulan Maret, dijanjikan setelah Lebaran (Juli) 2016. Tapi sampai hari ini pekerjaan juga tidak ada. Kami merasa sangat tertipu," ungkapnya.

Pembeli lainya, Sujadi mengaku, awalnya dia dan16 pembeli unit apartemen Grand Eschol Residence lainnya mencoba untuk musyawarah. Namun menemui jalan buntu, dan akhirnya melapor ke kepolisian.

"Kami merasa sangat tertipu. Selama ini kami hanya dijanji-janjikan oleh pengembang MAP. Kami juga sudah lapor ke Mapolda Metro Jaya," papar Sujadi.

Jika sesuai perjanjian, harusnya tahun ini dia dan ratusan pembeli, serta penyewa condotel dan apartemen lainnya sudah bisa menempati gedung itu. Tetapi gedung itu sekarang mangkrak tidak terurus.

"Yang membuat saya tertarik berinvestasi di bisnis condotel itu karena sebenarnya karena ada Aston grup, dan lokasinya strategis, serta janji imbal hasil pertahun yang 8%," papar pria pensiunan ini.

Dia berharap, pengembang PT MAP bisa mengembalikan uang yang telah dia berikan dahulu. Karena dirinya pesimistis proyek tersebut bisa diteruskan.

Sementara itu, kantor pemasaran PT Mahakarya Agung Putera saat didatangi SINDOnews tidak ada kegiatan. Hanya beberapa orang sedang duduk-duduk. Nico, salah seorang pria yang berhasil ditemui dan mengaku sebagai legal proyek PT Mahakarya Agung Putera tidak berani bicara banyak. Namun dia berjanji akan bicara dengan direksi proyek itu.

"Kami koordinasi dengan jajaran direksi dulu. Kalau mau lihat proyeknya silakan, ada 11 lantai ke atas, dua lantai basement, kalian bisa lihat langsung TKP," tukasnya.
(thm)
Berita Terkait
Hasil Quick Count Benyamin-Pilar...
Hasil Quick Count Benyamin-Pilar Jawara Pilkada Tangsel 2020
Diskusi Bersama Wali...
Diskusi Bersama Wali Kota se-Asia Tenggara, Arief Paparkan Program Kampung Proklim
Sidak Pasar Anyar Tangerang,...
Sidak Pasar Anyar Tangerang, Komisi IV DPRD Kota Tangerang Temukan Sejumlah Kerusakan Perlu Diperbaiki
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Soroti Efektivitas Program Hari Bebas Kendaraan ASN Setiap Jumat
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Dibatalkan Sepihak,...
Dibatalkan Sepihak, Pemenang Tender Bahan Pakaian Dinas DPRD Tangerang Akan Ajukan Gugatan
Berita Terkini
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
15 menit yang lalu
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
26 menit yang lalu
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
1 jam yang lalu
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
2 jam yang lalu
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
2 jam yang lalu
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved