Hasil Kerja 10 Tahun TKW Ini Ludes untuk Mengobati Penyakit Aneh

Selasa, 03 Oktober 2017 - 09:48 WIB
Hasil Kerja 10 Tahun...
Hasil Kerja 10 Tahun TKW Ini Ludes untuk Mengobati Penyakit Aneh
A A A
PURWAKARTA - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Nagrak RT 03/02 Desa Cicadas, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, harus merelakan uang hasil jerih payahnya bekerja di Kuwait.

Pasalnya, uang yang didapatnya tersebut ludes untuk pengobati penyakit aneh yang dideritanya.

Di adalah Sawitri Tutwuri Handayani (39). Kondisinya hari ini sangat memprihatinkan, perutnya terus-terusan membesar tanpa diketahui penyebabnya.
Bahkan, kelainan pada perutnya itulah dia harus kehilangan pekerjaannya di Kuwait. Sehingga oleh majikannya terpaksa di pulangkan ke tanah air beberapa waktu lalu.

Saat ini, untuk aktivitas keseharianya harus dibantu kedua orang tuanya Karena pembesaran pada perut praktis menyulitkan Sawitri untuk bergerak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Bahkan sekadar bernafas pun dia tampak kesulitan.

"Saya jadi TKW dari tahun 2007 hingga pertengahan tahun ini," ujar Sawitri kepada SINDOnews, Selasa (3/10/2017).

Sepulangnya ke kampung halamannya di Desa Cicadas, dia sempat memeriksakan diri ke rumah sakit swasta yang ada di Purwakarta. Oleh dokter didiagnosa adanya cairan di perut Sawitri.

Diianjurkan agar cairan tersebut dikeluarkan menggunakan selang melalui hidung. Namun, proses tersebut tidak berjalan lancar, karena tidak ada cairan yang keluar.

Kemudian Sawitri pindah rumah sakit untuk memastikan kembali penyakit yang dideritanya itu. Pada saat itu dokter yang memeriksa memvonisnya Sawitri menderita kanker. Namun jawaban itu tidak memuaskannya.

Dia pun kembali memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit milik pemerintah di Kabupaten Purwakarta. Ternyata di rumah sakit itu Sawitri didiagnosa menderita tumor dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Berbekal kartu jaminan kesehatan BPJS dan uang Rp200.000 dari desa stempat, Sawitri pun melanjutkan pemeriksaan ke RSHS. Namun hanya berlangsung satu kali saja. Bahkan hasil diagnosanya pun belum diambil karena tidak ada lagi uang untuk pergi ke Bandung.

Sawitri pun berkali-kali menemui Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk mengadukan nasib yang dideritanya itu. Namun hingga saat ini belum juga berhasil menemuinya karena menurut informasi yang didapatnya dari seorang staf di kantor bupati, yang bersangkutan sedang sibuk-sibuknya beraktivitas di luar kota.
(nag)
Berita Terkait
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Jumlah TKA di Indonesia...
Jumlah TKA di Indonesia Tahun 2022 Sebanyak 96,57 Ribu Pekerja
Bentrokan di PT GNI,...
Bentrokan di PT GNI, Fungsionaris PB HMI Imbau Semua Pihak Menahan Diri
Kedatangan 500 TKA China...
Kedatangan 500 TKA China ke RI Ditegaskan Sesuai Prosedur
Alasan di Balik Perekrutan...
Alasan di Balik Perekrutan 2.500 Pekerja China di Proyek Smelter
34 Pekerja China Masuk...
34 Pekerja China Masuk Indonesia, Ditjen Imigrasi Nyatakan Sesuai Permenkumham
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
26 menit yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
1 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
1 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
2 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
2 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
4 jam yang lalu
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved