12 Tahun Car Free Day Berlaku, Ternyata Tak Kurangi Polusi Udara

Sabtu, 23 September 2017 - 03:13 WIB
12 Tahun Car Free Day...
12 Tahun Car Free Day Berlaku, Ternyata Tak Kurangi Polusi Udara
A A A
JAKARTA - Kadar polusi udara di Jakarta belum berubah meski sudah hampir 12 tahun Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB/Car Free Day) diberlakukan. Belum adanya angkutan umum dan trotoar yang nyaman menjadi sebab masih adanya polusi yang tinggi.

Koordinator Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad ‘Puput’ Syafrudin mengatakan, gaya hidup masyarakat Jakarta yang belum meninggalkan kendaraan bermotor pribadi sejak HBKB diberlakukan 2005 silam mengakibatkan masih tercemarnya polusi udara di Jakarta.

Menurutnya, HBKB yang bertujuan untuk mengurangi polusi udara belum berhasil. Penurunan polusi udara hanya terjadi di jalan-jalan yang diberlakukan HBKB, sementara udara di jalur lain kadar polusi tidak berubah.

"Belum adanya moda transportasi massal yang memudahkan masyarakat bermobilitas dan belum adanya trotoar serta jalur sepeda menjadi sebab masyarakat tidak bisa meninggalkan kendaraan pribadi. Hasilnya polusi udara belum menurun," kata Ahmad ‘Puput’ Syafrudin di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Syafrudin menjelaskan, penurunan kadar polusi di HBKB (roadside) tidak mencerminkan penurunan secara keseluruhan (ambient). Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin memang turun (kadar polusinya) namun kawasan Kasablanka meningkat karena orang yang biasa lewat Sudirman-Thamrin beralih ke Kasablanka.

Ketergantungan masyarakat Jakarta terhadap kendaraan bermotor belum bisa dihilangkan. Alternatif menggunakan sepeda dan berjalan di trotoar belum nyaman dilakukan. Padahal, kata Puput, jika saja 20% dari keseluruhan warga Jakarta mengubah gaya hidup bermobilisasi, pengurangan kadar polusi bisa turun signifikan.

"Jadi kalau moda transportasi massal dan segala pendukungnya tidak ada peningkatan, ya mau HBKB diperluas atau diperbanyak, polusi udara tidak akan menurun," ungkapnya.

Kemacetan di Jakarta saat ini, lanjut Puput, menjadi penyebab polusi udara menumpuk. Berdasarkan kajian KPBB 2016, kecepatan rata-rata kendaraan bermotor di Jakarta hanya 14-15 km/jam. Jumlah pengidap penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan) di Jakarta mencapai 2,4 juta pada 2012. Jumlah meningkat di 2016 menjadi 2,7 juta.

Disisi lain, perubahan gaya hidup masyarakat sudah mulai terlihat di kota-kota maju di dunia yang sudah memiliki peningkatan moda transportasi, di antaranya, Paris, Hong Kong, Singapura dan Bangkok. "Secara agregat polusi di Jakarta tidak mengalami perubahan. Moda transportasi masal harus jadi jawaban," ungkapnya.
(pur)
Berita Terkait
Pemprov DKI Klaim Water...
Pemprov DKI Klaim Water Mist Generator Berhasil Turunkan Polusi
Udara di Jakarta Buruk,...
Udara di Jakarta Buruk, Anggota DPRD DKI Kenneth: Pemprov Harus Ambil Langkah Konkret
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Faskes Antisipasi Penyakit Akibat Polusi Udara
Tekan Polusi Udara,...
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Kerahkan Water Mist Generator
Pemprov DKI Imbau Kantor...
Pemprov DKI Imbau Kantor Terapkan WFH saat KTT ASEAN
Atasi Polusi Udara di...
Atasi Polusi Udara di Jakarta, Baru 79 Gedung Tinggi Pasang Water Mist Generator
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
4 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
6 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
6 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
6 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
7 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
9 jam yang lalu
Infografis
Hukuman Syahrul Yasin...
Hukuman Syahrul Yasin Limpo Diperberat Jadi 12 Tahun Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved