Pemprov DKI Imbau Kantor Terapkan WFH saat KTT ASEAN
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 17:37 WIB
loading...
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat rakor persiapan di Gedung B Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Jumat (11/8/2023). FOTO/MPI/MUHAMMAD FARHAN
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau kepada kantor-kantor di wilayahnya menerapkan pola bekerja dari rumah atau work from home ( WFH ) saat digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT) ASEAN di Jakarta pada 5-7 September 2023. WFH bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan dan pembuangan emisi gas kendaraan yang dinilai memperburuk kualitas udara Ibu Kota.
"Terkait WFH memang pada saat pelaksananaan KTT ASEAN nanti tanggal 5-7 September, Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan imbauan bagi kantor-kantor yang berada dekat dengan pelaksanaan KTT ASEAN untuk dapat melaksanakan atau menyelenggarakan pola kerja dari rumah," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Gedung B Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Jumat (11/8/2023).
Syafrin mengatakan, Pemprov DKI sedang berkoordinasi melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam hal fleksibilitas jam kerja tersebut.
Baca juga: Polusi Udara di Jakarta Buruk, IDI Sarankan WFH demi Kesehatan
"Kita sudah melakukan uji coba penerapan fleksibilitas jam kerja maksimal 2 jam, 120 menit dan kami akan melakukan evaluasi terhadap tngkat kepadatan di jalan," katanya.
"Terkait WFH memang pada saat pelaksananaan KTT ASEAN nanti tanggal 5-7 September, Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan imbauan bagi kantor-kantor yang berada dekat dengan pelaksanaan KTT ASEAN untuk dapat melaksanakan atau menyelenggarakan pola kerja dari rumah," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Gedung B Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Jumat (11/8/2023).
Syafrin mengatakan, Pemprov DKI sedang berkoordinasi melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam hal fleksibilitas jam kerja tersebut.
Baca juga: Polusi Udara di Jakarta Buruk, IDI Sarankan WFH demi Kesehatan
"Kita sudah melakukan uji coba penerapan fleksibilitas jam kerja maksimal 2 jam, 120 menit dan kami akan melakukan evaluasi terhadap tngkat kepadatan di jalan," katanya.
Lihat Juga :