Antisipasi Peredaran PCC, Polres Cimahi Razia Sejumlah Apotek

Rabu, 20 September 2017 - 16:04 WIB
Antisipasi Peredaran...
Antisipasi Peredaran PCC, Polres Cimahi Razia Sejumlah Apotek
A A A
CIMAHI - Petugas Polres Cimahi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Dinas Kesehatan, melakukan razia ke sejumlah apotek, Rabu (20/9/2017).

Razia ini dilakukan dalam rangka untuk mengantisipasi meluasnya peredaran obat Paracetamol, Cafein, Carisoprodol (PCC), dan obat keras lainnya yang marak akhir-akhir ini dan dikhawatirkan disalahgunakan oleh masyarakat.

Razia yang dilakukan mulai pukul 11.00 WIB diawali dengan menyusuri sejumlah apotek yang berada di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi.
Apotek yang didatangi di antaranya Apotek Wulandari, Serumpun Bambu, dan Apotek Mahkota. Seusai pemeriksaan petugas kemudian menempelkan surat imbauan akan bahaya psikotropika di setiap apotek.

Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Wahyu Agung mengatakan pihaknya menindaklanjuti intruksi dari kapolri untuk melakukan pengawasan obat-obatan dengan mengimbau ke apotek-apotek. Tujuannya agar masyarakat tidak menyalahgunaan psikitropika yang bisa membahayakan jiwanya.

"Upaya ini sebagai pengecekan agar obat-obat keras dijual berdasarkan resep dokter," ucapnya disela-sela razia, Rabu (20/9/2017).

Kendati tidak ditemui adanya indikasi obat-obat yang memiliki kandungan berbahaya namun pihaknya tetap waspada.

Dirinya mengklaim wilayah Cimahi masih steril meski pun sebelumnya ada penggerebekan gudang yang diduga menjadi tempat penyimpanan bahan baku untuk pembuatan Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol (PCC).

"Kami belum menemukan obat-obat yang dianggap bahaya tapi jika ada kedapatan yang menimbun atau menyalah gunakan izin maka izinnya akan dicabut," tegasnya.

Asisten Apoteker Serumpun Bambu Suprapti Handayani (65), mengatakan pihaknya selalu hati-hati ketika akan mengeluarkan obat terutama yang memakai resep dokter. Yakni dengan mengecek keaslian resep mulai dari tandatangan, cap, hingga siapa yang membawanya.

"Kami selalu waspada dan mengeluarkan obat jika ada resep dari dokter. Biasanya yang banyak dicari adalah obat pereda rasa sakit Tramadol dan Komix yang kalau dibeli dalam jumlah banyak kami curiga," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
BNN Ungkap Pabrik Obat...
BNN Ungkap Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung
Ribuan Obat Ilegal Jaringan...
Ribuan Obat Ilegal Jaringan Online Diamankan Polisi
30.345.000 Butir Obat...
30.345.000 Butir Obat Ilegal Siap Kirim Berhasil Digagalkan Tim Mabes Polri dan Polda DIY
BPOM Temukan 1,6 Juta...
BPOM Temukan 1,6 Juta Obat Ilegal Senilai Rp4 Miliar di Tanah Air
BBPOM Makassar Temukan...
BBPOM Makassar Temukan 32.797 Produk Kosmetik, Pangan dan Obat Ilegal
BPOM Semarang Musnahkan...
BPOM Semarang Musnahkan Ribuan Dus Obat-obatan Tradisional Ilegal Senilai Rp230 Juta
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
11 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
41 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
5 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved