Apoteker Ditangkap Terkait Puluhan Remaja yang Alami Gangguan Mental

Kamis, 14 September 2017 - 12:30 WIB
Apoteker Ditangkap Terkait...
Apoteker Ditangkap Terkait Puluhan Remaja yang Alami Gangguan Mental
A A A
KENDARI - Setelah puluhan remaja dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kendari karena diduga mengonsumsi obat-obatan golongan g, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap delapan terduga penyalur obat tersebut.

Direktur Narkoba Polda Sulawesi Tenggara Kombes Pol Satria Adhy Permana, Kamis (14/9/2017) mengatakan, dari delapan terduga penyalur obat-obatan yang diamankan, termasuk di antaranya oknum apoteker dan asisten apoteker. Dari hasil penangkapan, polisi juga mengamankan ribuan butir obat-obatan psikotropika.

Delapan terduga penyalur narkoba golongan g ini langsung digiring ke ruang pemeriksaan Mapolda Sulawesi Tenggara. “Delapan terduga ini diamankan di beberapa wilayah hukum polres yang ada di Sulawesi Tenggara, di antaranya Kendari dan Kolaka,” katanya.

Kombes Pol Satria Adhy Permana menuturkan, hasil pengungkapan kasus tersebut, kepolisian bersama BNN mengamankan ribuan butir obat-obatan jenis somadril dan tramadol. Sebelumnya sejumlah orang tua yang anaknya dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kendari, Rabu, 14 September 2017, juga mengaku menemukan obat-obatan itu di saku anaknya. Penyalahgunaan somadril dan tramadol itulah yang diduga menyebabkan puluhan remaja terlihat mengalami gangguan mental.

“Para pelaku dikenakan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, pasal 197 dan pasal 196 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” kata Kombes Pol Satria Adhy Permana.

Tramadol adalah obat pereda rasa sakit yang sangat kuat. Obat ini digunakan untuk menangani rasa sakit tingkat sedang sampai berat, misalnya rasa nyeri setelah operasi. Tramadol mempengaruhi reaksi kimia di otak dan sistem saraf yang pada akhirnya mengurangi sensasi rasa sakit.

Sementara somadril merupakan jenis obat penghilang rasa nyeri serta rematik pada tulang. Obat ini juga dapat meredam gangguan pernapasan pada penyakit asma. Jika obat ini digunakan secara berlebihan, dapat menyebabkan kerusakan otak.
(mcm)
Berita Terkait
2 Pelaku Penyalahgunaan...
2 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Yogya Diringkus, Polisi Sita 49.800 Butir Obat Berbahaya
Penyanyi Gangnam Style...
Penyanyi Gangnam Style PSY Digeledah Polisi, Diduga Penyalahgunaan Obat
Kepala BPOM: Penyalahgunaan...
Kepala BPOM: Penyalahgunaan Obat Ancaman Nyata SDM Berkualitas
Penyalahgunaan Narkoba...
Penyalahgunaan Narkoba di Sulut Masih Tinggi
Isu Narkoba dan Wacana...
Isu Narkoba dan Wacana Pelarangan, Pekerja Vape Jadi Pihak Paling Terdampak
Wanita Penyanyi Panggilan...
Wanita Penyanyi Panggilan Tertangkap Basah Gunakan Sabu di Penginapan
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
4 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
5 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
5 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
6 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
7 jam yang lalu
Infografis
Pemanis Alami Pengganti...
Pemanis Alami Pengganti Gula yang Cocok untuk Penderita Diabetes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved