Pelaku Penyebar Kebencian pada Ibu Negara Ditangkap di Palembang

Selasa, 12 September 2017 - 20:34 WIB
Pelaku Penyebar Kebencian...
Pelaku Penyebar Kebencian pada Ibu Negara Ditangkap di Palembang
A A A
BANDUNG - Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap pelaku penyebaran kebencian terhadap Ibu Negara di media sosial, Selasa (12/9/2017). Pelaku bernama Dodik Ihwanto (20), warga Jalan Jepang, Kecamatan Alang Alang Lebar, Kota Palembang. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Palembang ini merupakan pemilik akun Instagram, @warga_biasa yang mengunggah meme dan kata-kata hinaan kepada Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi).

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana mengatakan, penangkapan terhadap tersangka Dodik berawal dari penelusuran anggota tim gabungan Siber Polrestabes Bandung dan Polda Jabar terhadap unggahan di Instagram yang berisi kata-kata penghinaan dan ujaran kebencian terhadap ibu negara Iriana Joko Widodo (Jokowi).

Yoris menjelaskan, saat ditangkap tersangka Dodik sedang berada di rumahnya dan tak melakukan perlawanan. Dodik mengaku bahwa akun instagram @warga_biasa merupakan miliknya. Setelah kasus hinaan terhadap Iriana Jokowi heboh di media sosial, Dodik menutup akun @warga_biasa.

“Tersangka mengaku benci kepada rezim saat ini. Di akun @warga_biasa juga terdapat meme foto Iriana dan Presiden Jokowi dengan kata-kata yang tidak pantas,” ujar Yoris.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengemukakan, kasus ini mengemuka beberapa waktu silam saat seorang pengguna media sosial dengan akun @warga_biasa mengunggah foto ibu negara, Iriana Joko Widodo pada Kamis 7 September 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam unggahan tersebut pemilik akun menyertakan kata-kata kasar dan tak pantas.

“Yang bersangkutan beralasan tidak suka dengan pemerintahan yang sekarang. Dia tidak mengaku dari kelompok tertentu, tapi masih akan kita dalami," kata Agung di Mapolrestabes Bandung.

Atas perbuatannya, ungkap Kapolda, tersangka Dodik dijerat Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Berkaitan dengan penyebaran kebencian, Agung mengimbau masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh akun tertentu yang menyebarkan ujaran kebencian.
(wib)
Berita Terkait
Akun Facebooknya Dicatut...
Akun Facebooknya Dicatut untuk Provokasi Isu SARA, Jurnalis di Kendari Lapor ke Polisi
Pasal Penghinaan Presiden...
Pasal Penghinaan Presiden Tetap di RKUHP, Jadi Delik Aduan
Gus Miftah Terjerat...
Gus Miftah Terjerat Dugaan Pelanggaran UU ITE dan Terancam 4 Tahun Penjara: Itu Halu!
Mualaf Belitung Dihina,...
Mualaf Belitung Dihina, Sejumlah Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Babel
Diduga Hina Moeldoko...
Diduga Hina Moeldoko di Facebook, Bareskrim Tangkap Muhammad Basmi
Penghina Presiden Jokowi...
Penghina Presiden Jokowi Tak Berkutik Saat Diringkus Tim Siber Polda Kepri di Mall
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
5 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
8 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved