Tangkal Perkembangan Radikalisme, Polda DIY Kumpulkan Ormas

Kamis, 07 September 2017 - 19:38 WIB
Tangkal Perkembangan...
Tangkal Perkembangan Radikalisme, Polda DIY Kumpulkan Ormas
A A A
YOGYAKARTA - Radikalisme ditengarai sudah masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal itu ditandai dengan adanya organisasi masyarkat (ormas) yang cenderung melakukan tindakan radikalisme, seperti intoleransi, termasuk adanya penangkapan pendatang di daerah Gunungkidul yang diduga terkait dengan jaringan terorisme, beberapa waktu lalu.

Atas kondisi tersebut, terutama untuk menangkal radikalisme di DIY, Polda DIY melakukan acara sosialiasi tentang radikalisme kepada ormas dan lembaga terkait di aula Mapolda DIY dalam bentuk focus group discussion (FGD), Kamis (7/9/2017). “Kami harapkan setelah mengikuti kegiatan ini ormas dan lembaga terkait bisa menyampaikan masalah ini, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga pada jamaahnya," kata Wakil Direktur Intelkam Polda DIY AKBP Suswanto.

Menurut Suswanto, FGD itu sebagai bentuk deteksi dan antisipasi dini terhadap potensi berkembangnya paham radikal di DIY. Polda DIY berharap hasil FGD dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) yang kondusif. "Kegiatan ini juga bagian dari program Quick Win Renstra Polri 2015-2019. Ini penting karena radikalisme sudah menyebar di beberapa titik di DIY," paparnya.

Namun, Suswanto tidak bisa menyebutkan tempat maupun kelompok tersebut. Dia hanya menegaskan Polda DIY sudah mengindentifikasi keberadaan mereka dan sudah dalam pengawasan. Bukan itu saja, narapidana teroris juga tetap dalam pantauan Polda DIY. ”Kami bersama BIN, forum komunikasi pencegahan terorisme dan Densus 88, sudah mengidentifikasi beberapa kelompok," tuturnya.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menambahkan, selain ormas, jajaran Polda DIY dan Polres se-DIY, masyarakat umum, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), berbagai perguruan tinggi di DIY, serta dinas dan instansi terkait juga diundang dalam kegiatan FGD itu. Semua pihak diajak ikut bertanggung jawab untuk menangkal gerakan radikal di daerah ini.
(mcm)
Berita Terkait
Mabar Milenial Terselip...
Mabar Milenial Terselip Gerakan Radikal
BNPT Waspadai Potensi...
BNPT Waspadai Potensi Gerakan Radikal Jelang Pemilu 2024
Rais Syuriah PWNU Jabar...
Rais Syuriah PWNU Jabar Minta Masyarakat Waspadai Gerakan Radikal
Kisah Al-Ikhwan al-Muslimun...
Kisah Al-Ikhwan al-Muslimun Menjadi Organisasi Terlarang
Gus Yaqut Diyakini Mampu...
Gus Yaqut Diyakini Mampu Redam Disorientasi Gerakan Keagamaan Kaum Radikal
Besok, Kuasa Hukum Din...
Besok, Kuasa Hukum Din Syamsuddin Datangi KASN Pertanyakan Laporan GAR ITB
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
3 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
3 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
4 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
5 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
5 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
5 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved