Dana Pilkada Makassar Capai Rp60 Miliar karena Kenaikan Honor KPPS

Rabu, 06 September 2017 - 21:48 WIB
Dana Pilkada Makassar...
Dana Pilkada Makassar Capai Rp60 Miliar karena Kenaikan Honor KPPS
A A A
MAKASSAR - Dana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar 2018 mencapai Rp60 miliar. Jumlah ini naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan dana pilkada tahun 2013 yang sebesar Rp25 miliar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Syarief Amir mengatakan, jumlah tersebut telah disetujui dan ditandatangani oleh Pemkot Makassar. “Dana tersebut mencakup keseluruhan, termasuk honor kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan pengadaan alat peraga,” kata Syarief Amir, Rabu (6/9/2017).

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Makassar Ahmad Namsum mengatakan, KPU Makassar sebelumnya mengajukan dana sebesar Rp65 miliar. Namun, Pemkot Makassar hanya menyetujui Rp60 miliar. Jumlah itu pun sudah naik dua kali dibandingkan dana pilkada tahun 2013 yang hanya menghabiskan dana sebesar Rp25 miliar dari platform anggaran sebesar Rp40 miliar.

Dia menjelaskan, anggaran pilkada 2018 meningkat drastis karena kenaikan honor bagi sekitar 14.000 anggota KPPS yang tersebar di 2.600 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Makassar. Sementara di setiap TPS ada 7 KPPS. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan yang menaikkan honor anggota KPPS daerah. Honor panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) disebutkan harus mengacu pada standar nasional yaitu PPK sebesar Rp1,8 juta per bulan, ketua PPS Rp900.000 per bulan, dan anggota PPS sebesar Rp800.000. Sementara honor pimpinan KPU di kisaran Rp2 juta per pokja.

Ia menambahkan, belanja anggaran KPU tersebut telah melalui verifikasi dan tidak mungkin di bawah Rp60 miliar. Pasalnya, lebih dari setengah anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja langsung tersebut. “Anggaran Rp60 miliar tersebut akan dibagi dengan KPU Provinsi sebesar Rp10 miliar. Sharing anggaran tersebut menjadi kewajiban setiap kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Itu berarti KPU Kota Makassar hanya mengelola anggaran pilkada Rp50 miliar,” paparnya.

Sementara Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Mario David menjelaskan, belum mengetahui secara jelas variabel peningkatan anggaran tersebut. Ia pun meminta ada pembahasan khusus terkait anggaran KPU yang melibatkan Badan Kesbangpol, KPU, dan Komisi A. Dengan begitu akan diketahui variabel-variabel yang menyebabkan peningkatan dana hingga 100%.

“Kami tidak mau anggaran ini menjadi tidak terlalu sedikit sehingga pilkada tidak berjalan dengan baik. Kami juga tidak mau anggaran berlebihan karena akan mengakibatkan anggaran mubazir,” tuturnya.
(mcm)
Berita Terkait
KPU Makassar Sebut Dokumen...
KPU Makassar Sebut Dokumen Appi-Rahman Lengkap dan Sah
Pencoblosan di TPS 040...
Pencoblosan di TPS 040 Perumnas Antang Makassar Terapkan Protokol Kesehatan
Tak Dapat Undangan Memilih...
Tak Dapat Undangan Memilih dari KPU? Jangan Risau, Simak Petunjuk Ini
KPU Ajak Warga Kepulauan...
KPU Ajak Warga Kepulauan di Makassar Salurkan Hak Pilih di Pilkada 2020
Dewan Berencana Panggil...
Dewan Berencana Panggil KPU Makassar Bahas Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada
Pj Wali Kota Bersyukur...
Pj Wali Kota Bersyukur Pilwalkot Makassar Berjalan Damai
Berita Terkini
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
1 jam yang lalu
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
3 jam yang lalu
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
3 jam yang lalu
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
3 jam yang lalu
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
4 jam yang lalu
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved